Matatelinga.com, Pasca unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Karang Sari Rejo berunjuk rasa di Jalan Adisucipto, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Medan Polonia, kepolisian jajaran Polresta Medan dan Polsek Medan, sibuk meredakan amarah warga, Rabu (3/8/2016).Pihak kepolisian mencoba menenagkan warga dan berharap para pengguna badan jalan bisa melintas, saat dilakukan pemblokiran dan membakar ban bekas.Namun, aksi demo yang dilakukan warga sebagai bentuk protes karena tanah yang sudah berpuluh-puluh tahun dan juga sudah menjadi hak milik hendak diserobot pihak TNI AU Lanud Soewondo, tetap masih bertahan.Pasalnya, pihak TNI AU memasang spanduk bahwa tanah milik warga akan dibangun rusunawa bagi Kosekhanudnas III dan Wigs III Paskhas."Ini jelas bentuk pelanggaran hukum. Tidak ada hak TNI AU mengambil tanah kami. Tanah ini sejak 1928 sudah kami milik sejak orangtua kami masih hidup," teriak warga yang menggelar unjuk rasa.Dalam demo sebagai bentuk protes, para warga yang didominasi kaum ibu ini juga membakar bakar ban bekas di seputaran Jalan Adisucipto."Sampai kapan pun kami tidak akan menyerahkan tanah ini kepada TNI AU. Kami sudah melaporkan kasus penyerobotan tanah ke DPR RI dan Sekretaris Negara," ungkap Charan Singh.Diungkapkan Charan, sejak beberapa tahun belakangan ini warga Sari Rejo kerap mendapat teror dari oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil tanah warga."Semena-mena mereka bang terhadap. Padahalnya, sudah jelas ini tanah kami kenapa masih mau diserobot juga," ungkapnya.Hingga berita ini diturunkan ratusan warga masih melakukan unjuk rasa memprotes tindakan TNI AU hendak menyerobot tanah milik warga tersebut. (Mtc)