Matatelinga.com, Dugaan kasus human trafficking terhadap penampungan tenaga kerja PT Cut Sari Asih,oleh Poldasu dinilai kalah cepat. Soalnya, jajaran Polres Kupang mendahului Polda Sumut dengan melakukan penggerebekan.Warga di sekitaran Komplek Taman Ubud, Jalan Ekarasmi, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, mendadak heboh. Satu unit rumah berlantai 2, No 3B digedor oleh Polres Kupang yang dipimpin langsung Kasat Reskrim, AKP Kurniawan Daili, kemarin (19/8/2016) sekitar pukul 15.30 WIB.Menumpangi Toyota Innova BK 1817 UG warna abu-abu rokok, 6 polisi turun. Namun, rumah tak berpenghuni. Alhasil, pintu terkunci.Warga sekitar, Bahrumsyah menceritakan, polisi membuka seluruh pintu-pintu yang ada di di rumah termasuk pintu utama, dibuka dengan menggunakan jasa ahli kunci. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil membuka pintu utama.Berdasarkan pantauan, ada seorang yang diduga korban kasus dugaan human trafficking, turut dibawa polisi sebagai saksi. Selain itu, Kepling juga menyaksikan. Bahkan, Sekretaris Paguyuban TIROSA, Yandri Laning pun di lokasi penggeledahan.Polisi langsung merangsek ke dalam rumah penampungan PT Cut Sari Asih. Mereka langsung menggeledah arsip-arsip di rumah tersebut yang berkaitan dengan PT Cut Sari Asih.Menuju lantai II, pintu kembali terkunci. Menurut Bahrum, petugas juga membongkar kunci pintu kamar yang berada di lantai atas rumah berwarna kuning itu."Ada juga polisi, mencari kwitansi juga," kata dia.Tim yang dipimpin Kasat Reskrim, keluar dari rumah dengan membawa sejumlah berkas. Awalnya, AKP Kurniawan enggan memberikan tanggapannya.Namun, awak media yang di lokasi terus mendesaknya. "Penggerebekan ini berkaitan dengan human trafficking," singkat Kurniawan.Sayang, Kurniawan menolak lebih rinci.. "Nanti akan kita sampaikan kepada rekan-rekan media," sebut dia.Sementara, Sekjend Paguyuban TIROSA, Yandri Laning menyebut, kepolisian mengambil sejumlah Paspor, KTP dan buku tabungan. Tak hanya itu, nama-nama daftar tenaga kerja juga turut disita oleh polisi."Saya menduga sudah banyak yang berusaha dihilangkan (berkas)," kata dia.Dia menyebut, penggeladan ini diduga juga berkaitan dengan tenaga kerja Maria yang pernah coba kabur, beberapa waktu lalu. Dia menambahkan, seorang penyalur bernama Yohannes berdomisili di Kupang, telah diringkus oleh polisi lebih dahulu.Oleh karena itu, diduga pelaku Yohannes juga mengirimkan tenaga kerjanya ke penampungan PT Cut Sari Asih.(Mtc)