Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
“Seminar Nasional Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Serdang Bedagai"

“Seminar Nasional Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Serdang Bedagai"

Admin - Minggu, 21 Agustus 2016 21:04 WIB
Matatelinga.com
Matatelinga.com,  Bagian Hukum Setdakab Serdang Bedagai bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB Pemkab Serdang Bedagai, PUSHAM UNIMED, HaRI, Fitra Sumut, BAKUMSU, SOI, dan Perempuan Indonesia Berbagi menyelenggarakan kegiatan bersama dalam memperingati HaRI Anak Nasional 2016, Senin (22/8/2016). Kegiatan tersebut dibingkai melalui Seminar Nasional “Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Serdang Bedagai” yang akan diselenggarakan pada Senin, 22 Agustus 2016, pada pukul 08.30 – 14.00 Wib di Aula Sultan Serdang – Pemkab Serdang Bedagai, Sei Rampah, Serdang Bedagai. Fery Apriansyah Pohan menyampaikan bahwa “Fakta dunia pendidikan di Indonesia dalam lima tahun terakhir diwarnai oleh berbagai tindak kekerasan yang terus terulang dan dialami oleh anak atau siswa, baik dilakukan oleh guru/tenaga pendidik maupun oleh siswa sendiri. Kekerasan tidak hanya dalam bentuk fisik tapi juga psikhis dan seksual, baik dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Data KPAI menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak meningkat setiap tahunnya. Data 2011 sebanyak 4.356 kasus, 2012 sebanyak 7.024 kasus, 2013 sebanyak 8.622 kasus, 2014 sebanyak 10.132 kasus, 2015 sebanyak 8.618 kasus. KPAI menyebutkan bahwa ruang pendidikan masih menempati nomer 3 kategori tempat rentan di mana terjadi kekerasan terhadap anak, setelah ruang penegak hukum dan keluarga”. Wina Khairina menyampaikan pendapatnya bahwa “Banyak sekolah masih belum menjadi tempat yang aman dan ramah bagi anak.  Pola-pola pembelajaran yang mengedepankan kekerasan karena alasan untuk mendisiplinkan  masih menjadi cara yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Anak yang masih belum dewasa masih dalam pencarian identitas diri. Keinginan yang tinggi untuk diakui keberadaanya dan didengar oleh lingkungan sekitar, masih belajar dari meniru dan menduplikasi contoh sosok guru / pembimbingyang di lihatnya, maupun menyerap informasi yang di perolehnya membutuhkan ruang yang aman dan ramah bagi anak.  Tuntutan menciptakan generasi muda yang mampu memenuhi tuntutan global seperti SDGs mengharuskan dunia pendidikan khususnya sekolah untuk lebih inklusif (melibatkan)  siswa dan membekali siswa bukan hanya aspek keilmual saja, namun juga membekali dengan karakter dan nilai-nilai nasionalis, toleransi, non diskriminasi, anti kekerasan dan saling menghormati bukan hanya guru dan orang tua, tetapi juga rekan sebayanya. Karenanya mendorong tersedianya Sekolah Ramah Anak atau Child Friendly School (CSF) ini adalah tanggung jawap pemerintah yang harus didukung para pihak”. Untuk mendiskusikan hal tersebut, Rurita Ningrum menyampaikan bahwa “Kolaborasi kegiatan ini menjadi sangat penting. Melalui kegiatan ini, tersedia ruang bagi apresiasi dan testimoni atas 10 sekolah yang sudah di inisiasi oleh Pemkab Serdang Bedagai menjadi Sekolah Ramah  Anak di Serdang Bedagai. Penting juga ada ruang bersama bagi para pihak  baik Pemkab, Legislatif, Sekolah, NGO untuk mendiskusikan, menyediakan dan melanjutkan pendidikan yang ramah anak di Serdang Bedagai. Harapannya melalui kegiatan ini akan ada kesadaran pemerintah secara lebih luas dalam menyelenggarakan pendidikan berbasis HAM di sekolah-sekolah di Sumatera Utara. Kita bisa belajar dari model yang di kembangkan oleh Pemkab Serdang Bedagai”.Fery kembali menyampaikan bahwa “Kegiatan ini akan menghadirkan narasumber nasional antara lain Saur Tumiur Situmorang (Komnas HAM), Majda El Muhtaj (PUSHAM Unimed), Fery Apriansyah Pohan (Bagian Hukum Setdakab Serdang Bedagai), serta testimoni dari guru dan siswa yang sudah mengikuti kegiatan yang di inisiasi oleh Pemkab Serdang Bedagai sejak tahun 2015”. (Mtc/Koko)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Berita Sumut

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Berita Sumut

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Berita Sumut

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita Sumut

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar

Berita Sumut

Dibanderol, Harga Emas Naik Rp599 Ribu/Gram