Matatelinga.com, Pelaku teror bom bunuh diri, IAH ,18, Sementara itu, di lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Setia Budi Gang Sehati, Medan, warga dikenal sebagai pribadnya sangat tertutup. Dia tak banyak bergaul dengan tetangga. "Dia anak bungsu dari 3 bersaudara. Yang paling tua laki-laki yang kedua perempuan. Mereka orang lama di sini. Ayahnya katanya pengacara, ibunya PNS di puskesmas," kata S Siagian, tetangga IAH.Dia memaparkan, IAH baru tamat dari SMA Negeri 4 Medan dan tergolong anak yang cerdas. "Dia SMP di SMPN 1, Medan," jelas Siagian.Soal keseharian IAH, Siagian mengaku tidak begitu mengenalnya. Dia beralasan remaja itu tertutup dan kurang bergaul. Ditegur pun dia cuek."Berbeda dengan orang tua dan dua saudaranya. Yang kita tahu dia sekolah, rajin salat. Dia biasanya pergi salat naik sepeda motor dan pakai jubah," sambung Siagian.Kepala Lingkungan 11 Tanjung Sari, Medan Selayang, Yulike membenarkan, keluarga IAH merupakan warga yang telah lama tinggal di lingkungan itu. "Mereka orang lama. Sudah sekitar 20 tahun tinggal di sini. Tapi tidak bergaul," katanya. Tetangga pelaku bahkan, mengaku sempat mendengar suara keras di rumah pemuda itu. Namun mereka tidak bisa memastikan asal suara itu. Kejadian di gereja membuat warga menghubung-hubungkan peristiwa ini. "Semalam kami memang mendengar suara pagi sekitar jam 9.00 WIB. Suara dari samping belakang rumahnya. Waktu itu istriku sedang memasak," kata S Siagian, warga yang tinggal persis di sebelah rumah IAH.Setelah kejadian penyerangan yang terjadi di Gereja St Yosep, Jalan Dr Mansyur, Medan, warga jadi menghubungkan suara yang mereka dengar dengan serangan itu. "Kami jadi menduga ada kaitannya. Mungkin dia waktu itu sedang mencoba bom yang mau dibawanya," jelas Siagian. Seperti diberitakan, IAH diamankan di Gereja St Yosep, Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu (28/8/2016) pagi. Dia diduga ingin meledakkan bom yang dibawanya. Pemuda ini diringkus jemaat saat menyerang pastur dengan pisau.(Mtc)