Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Alumni SAM 4 Diiming Imingi Imbalan 10 Juta

Alumni SAM 4 Diiming Imingi Imbalan 10 Juta

Admin - Senin, 29 Agustus 2016 21:47 WIB
Matatelinga.com
Matatelinga.com,  Pernyataan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Nur Fallah yang menyatakan, pelaku IAH ,18, disuruh oleh seseorang untuk melancarkan aksi teror ke Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Selayang, kemarin (29/8/2016), perlahan mulai terkuak. Disebut-sebut, pelaku Ivan mendapat upah senilai Rp10 juta. Namun, Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menepis hal tersebut. Saat ditanya kebenaran Rp10 juta yang diterima oleh pelaku Ivan, Mardiaz hanya menjawab normatif. "Masih didalami soal itu," kata Mardiaz usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara di lokasi kejadian, Senin (29/8). Informasi dihimpun, sebelum kejadian tepatnya Kamis (25/8) pukul 13.00 WIB, pelaku Ivan tengah melintas di Jalan Dr Mansyur. Tujuannya, untuk melihat-melihat telepon genggam. Sebab, telepon genggam milik Ivan sedang rusak. Disebut-sebut, pelaku Ivan dihampiri oleh seseorang laki-laki yang tak dikenalnya dengan mengendarai sepedamotor Honda Supra tepat di depan Komplek Kolam Renang Selayang. Ciri-ciri orang yang tak dikenal oleh pelaku Ivan itu, bercirikan kulit sawo matang, berjenggot, berkumis dan memakai baju koko serta helm. Kepada pelaku Ivan, sosok yang tak dikenal itu menawarkan uang senilai Rp10 juta. Dengan catatan, pelaku Ivan dapat meledakkan Gereja Katolik Stasi Santo Yosep tersebut. Tawaran dari sosok yang tak dikenal oleh pelaku Ivan, membuatnya untuk berpikir sejenak. Namun, lantaran pelaku Ivan membutuhkan uang untuk mengganti telepon genggam itu, pelajar yang lulus di SMAN 4 Medan ini tak menolak permintaan dari sosok yang tak dikenalnya. Selanjutnya, orang yang tak dikenal oleh pelaku Ivan, memberikan kantong plastik berisi bubuk seberat 2 kilogram dan memberikan cara merakit bom dengan cara mencampurkan bubuk dan pentolan korek api yang sudah ditumbuk. Kemudian campuran bubuk dan pentolan korek api itu dimasukan ke dalam tabung dan pelaku menyambung dengan kabel serta baterai. Namun, menurut informasi, pelaku Ivan masih dijanjikan uang Rp10 juta tersebut. Artinya, pelaku Ivan belum menerima upah tersebut. Sosok yang tak dikenal oleh pelaku Ivan ini akan menyerahkan uang tersebut jika berhasil meledakkan Gereja Katolik Stasi Santo Yosep dan uang akan diserahkan di tempat ketemu mereka bertemu di awal. Oleh pelaku Ivan, kemudian melakukan uji coba merakit bom di lantai II rumahnya, Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (27/8). Kala itu, pelaku Ivan berhasil melakukannya dengan cara menghubungkan dengan baterai dan kabel tersebut. Namun, ledakan bom rakitan itu diketahui oleh kakak pelaku, Eva Hasugian. Tak berhenti disitu, pelaku Ivan kemudian kembali merangkai bom di dalam kamarnya dengan memasukkan bubuk ke dalam tabung besi dan pentolan korek api yang sudah ditumbuk. Selain itu, pelaku Ivan juga merangkai dengan kabel serta baterai. Jadi bom yang dirakit Ivan, kemudian dimasukkannya ke dalam tas yang akan dibawanya untuk menuju TKP. Sayang, aksi yang hendak dilancarkan pelaku Ivan tak berhasil. Malah pelaku Ivan bonyok dipukuli jemaat Misa saat berada di TKP. Disebut-sebut pupuk Con3 yang dikirim oleh jasa pengiriman kilat dan diterima oleh ibu pelaku, Arista Purba selaku pegawai Dinkes Kota Medan ini, dibeli oleh Ivan melalui situs Lazada senilai Rp90 ribu. Sementara, pipa kuning yang ditemukan di lokasi oleh polisi dan diamankan sebagai barang bukti itu, diambil pelaku dari jendela rumahnya.(Mtc)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Pihak Sekolah SMA 4 Teros Bom Alumni Mereka