Matatelinga.com, Pengakuan kedua orang tua IAH pelaku teror Bom di Gereja Katholik Stasi Santo Yoseph sejak kecil suka dengan dunia teknologi dan suka bermain robot-robotan, saat berada di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Medan Jalan Sei Rokan no 39, Kamis (1/9/2016).Arista boru Purba mengatakan, bahwa Kegemaran IAH ,18, terhadap dunia teknologi telah terlihat sejak kecil. Sewaktu kecilnya IAH pernah tertarik untuk membuat roket dan menciptakan robot."Sewaktu kecil, IAH, pernah bercita-cita ingin membuat roket dan menciptakan robot," kata Arista boru Purba.Singkat cerita, Arista boru Purba menjelaskan Ketika memasuki kelas tiga di SMA Negeri 4 Medan, terlihat prestasi IAH, mengalami penurunan."Saya sempat bertanya kepadanya kenapa nilainya turun, IAH menjawab bahwa matanya sakit dan IAH minta di obati," jelasnya.Ditanyai soal IAH ingin melanjuti kuliah, Arista juga mengatakan kalau IAH belum mau kuliah sebelum matanya diobati. "Dia mau sebelum kuliah matanya diobati," katanya.Ditanyai hobi IAH, lantas Ayah IAH SM Hasugian mengatakan kalau IAH hobi bermain basket. "Dia sering main basket di rumah karena depan rumah ada tiang basket dan dia sering main," akunya.Selain bermain basket, IAH juga hobi bermain game di handphone. "di rumah dia juga sering main game lewat handphone andorid miliknya," akunya Ayahnya kembali.Berita sebelumnya, IAH yang merupakan korban dari pencucian otak oleh kelompok jaringan yang telah terstruktur melakukan teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep pada Minggu (28/8) pagi lalu. Dimana, dalam aksinya tersebut seorang pastur mengalami luka dibagian lengan kiri.(Mtc)