Kepala Cabang MSDC Larang Wartawan Meliput

Admin - Senin, 05 September 2016 20:19 WIB
Matatelinga.com,  Kepala Cabang Medan Safety Driving Centre (MSDC), Thomson Purba tak bisa banyak menjelaskan begitu banyak serangan pertanyaan dari Komisi A DPRD kota Medan. Wajah pucatnya terus terlihat jelas saat Komisi A menyerangnya dengan berbagai pernyataan dan Thomson sempat melarang wartawan meliput."Wartawan tak usah masuk, keluar saja,"ucap Thomson dan tak diindahkan oleh sejumlah wartawan. Anggota Komisi A DPRD kota Medan, Asmui Lubis menyebutkan, pengurusan sertifikat tidak ada hubungannya dengan pembuatan SIM. Namun, kenapa syarat itu harus dilengkapi melalui sertifikat kursus mengemudi. "Lalu, mengapa diharuskan pemohon SIM melengkapi sertifikat ini,"ucap Asmui di Kantor MSDC Jalan Bilal, Senin (5/9/2016) didampingi, Ketua Komisi A DPRD kota Medan, Roby Barus, Waginto, Robby Barus, Mulia Asri Rambe, Andi Lumbangaol, Umi Kalsum dan Hj Hamidah. Thomson pun mengatakan, MSDC hanya sebatas sarana kursus mengemudi dan tidak ada urusannya dengan pengurusan SIM. Bahkan, Thomson berkilah MSDC cuma untuk mematangkan belajar mengemudi yang baik. "Tidak ada urusannya dengan pembuatan SIM pak, kami hanya mendidik peserta belajar mengemudi saja,"ungkap Thomson. Soal Harga, Thomson menyebutkan angka Rp420ribu untuk sepeda motor dan Rp520ribu ditujukan kepada kendaraan roda empat. Pembayaran itu bisa digunakan dalam enam bulan jika tak lulus dan boleh mengulang. Andi Lumbangaol pun mengatakan informasi yang diperoleh, MSDC adalah praktik akal-akalan yang hanya merugikan masyarakat. Sehingga, Komisi A merekomendasi MSDC segera ditutup saja. (Mtc)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Oknum DPRD Medan Kebakaran Jenggot, Dengan Rekomandasi tutupnya MSDC

Berita Sumut

DPRD: Perpanjangan SIM Hanya Akal akalan

Berita Sumut

Komisi A Sidak Mendadak ke MSDC