Matatelinga.com, Puluhan anggota organisasi kepemudaan mendatangi kantor Verena Multi Finance, Jalan Iskandar Muda, Medan baru, pasalnya debt colector Leasing Verena MultiFinance merampas Mobil salah satu dari OKP , Rabu (7/9/201) SoreKepada wartawan dilokasi, Rudi ,31, warga Jalan Sei Tuntung Baru, Kecamatan Medan Baru, ialah korban penarikan debt collector atas mobil Toyota Avanza BK 1990 QT warna silver miliknya yang masih menunggak selama dua bulan."Kejadiannya di Batang Kuis dua minggu lalu, Rabu (24/8), mobil itu lagi di sewa orang. Sekitar belasan orang langsung menyetop dan menarik paksa mobil tersebut dari tangan yang merental mobil saya itu bang," jelas Rudi kepada wartawan.Ia mengaku bahwa cicilan mobil tersebut yang telah diangsur selama 7 bulan dengan jumlah cicilan 36 bulan, telah menunggak selama dua bulan."Udah berjalan tujuh bulan bang, tiga tahun masa kreditnya. Perbulannya saya bayar Rp 3.649.000, baru dua bulan nunggak, itu langsung mereka rampas mobil dari tangan orang yang menyewa mobilku ini. Memang mobil ini ku rental kan bang," jelasnya.Rudi juga bercerita bahwa sebelum mobil tersebut ditarik pihaknya telah berkoordinasi dengan internal Verena bahwa istrinya akan datang untuk melakukan pembayaran."Saya udah koordinasi sama orang internal kantor. Kalau istri saya mau datang sorenya untuk pembayaran yang dua bulan nunggak itu. Rupanya sebelum istriku datang, mobil udah ditarik debt collector, malunya waktu itu mobil lagi disewa orang," kesalnya.Bahkan sebulan sebelumnya, pihak leasing yang datang ke rumah Rudi untuk menagih tunggakan sempat meminta sejumlah uang untuk pelicin."Pihak leasing waktu itu sempat datang kerumah untuk nagih dan meminta uang Rp 1.350.000 untuk uang rokok dan minyak mereka, tapi gak ku kasih sama mereka karena aku gak punya uang," tambahnya.Ironisnya, saat mobil tersebut dirampas oleh para debt collector, sejumlah barang milik pengendara masih berada di dalam mobil."Saat ditarik debt collector, barang-barang penyewa masih ada bang seperti tas, uang tunai dan perhiasan emas. Gak dikeluarkan mereka, langsung dibawa gitu aja bang, macam perampok mereka ini. Udah kelewatan kali mereka, makanya saya kesini," kesalnya.Bahkan kedatangan Rudi ke kantor Verena tersebut untuk melunasi cicilan mobil tersebut dihambat oleh pihak leasing."Saya datang mau ngelunasi Rp 103.000.300 itu udah sama denda semuanya. Tapi mereka minta pembayaran di hari ini Rp 104.625.000. Itu untuk hari ini bayarnya, gak tau kenapa bisa nambah jumlahnya. Jadi gak sesuai sama perjanjian awal," katanya.Atas kejadian ini Rudi merasa diperas oleh pihak leasing."Kayak gini macam diperas lah aku bang. Masa bisa terjadi perubahan begitu besar nominalnya," pungkasnya.Merasa keberatan dengan aksi tarik paksa kendaraan yang menunggak yang dilakukan oleh debt collector leasing Verena Multi Finance, puluhan massa Organisasi Kepemudaan, langsung meramaikan kantor leasing Verena Multi financeKepanikan langsung tampak memenuhi suasana kantor Verena. Baik para karyawan maupun nasabah, langsung panik keluar masuk kantor saat melihat puluhan okp mulai memadati area parkir tepat didepan kantor tersebut.Mendapatkan informasi tersebut, personil kepolisian Polsek Medan Baru langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi."Kami gak tau apa-apa bang, tiba-tiba aja mereka (okp-red) rame-rame datang kemari. Saya mau bayar cicilan mobil saya," jelas Rudi ,32, nasabah yang langsung pergi meninggalkan kantor.Terpisah, Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic, SH, Sik, MH, yang mendapatkan informasi tersebut, mengaku pihaknya telah berada dilokasi untuk melakukan pengamanan."Memang benar ada puluhan massa okp di kantor tersebut. Personil kita telah turunkan untuk melakukan pengamanan dilokasi, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk permasalahannya kita masih belum tau, nanti kita kabari kembali ya," akunya.(Mtc)