Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Durhaka! Ketahuan Nyabu, Sang Anak Pukuli Ibunya

Durhaka! Ketahuan Nyabu, Sang Anak Pukuli Ibunya

Admin - Rabu, 07 September 2016 21:37 WIB
Matatelinga.com
Matatelinga.com,  Ibarat pepatah, air susu dibalas air tuba. Kiasan itulah yang tepat dialamatkan kepada Fernando, pemuda berusia 29 tahun.Betapa tidak, anak bungsu dari tujuh bersaudara ini tega memarahi dan memukuli ibunya, Loisa Br Sinurat ,66, gara-gara ketahuan mengisap sabu-sabu (nyabu) di ruang tamu rumah, kemarin (6/9) malam sekira pukul 20.00 WIB.Informasi yang diperoleh Rabu (7/9/2016), semula sang ibu memergoki Fernando tengah asyik menikmati sabu sembari menonton televisi. Spontan, ibunya pun kaget.Lantas, Loisa langsung melarang Fernando seraya menghempaskan tangan anaknya yang tengah memegang mancis (korek api gas) dan alat hisap sabu (bong). Selain itu, Loisa pun memarahi buah hatinya.Namun, Fernando yang sudah kecanduan tak terima. Dia balik memarahi wanita yang telah melahirkannya. Bahkan, anak durhaka ini juga memukul ibunya."Kau ganti itu, kau ganti. Sudah habis uangku beli sabu itu. Kalau tidak (diganti), kubunuh kau," kata Loisa yang menirukan ucapkan Fernando, kepada wartawan di Mako Polsek Medan Kota.Mendengar ucapan itu, janda yang sudah puluh tahun inipun ketakutan. Aksi Fernando kemudian dilaporkannya kepada Kepala Lingkungan 9 Teladan Timur, Toga Antoni Siagian. Oleh Kepling, hal itu kemudian diteruskan ke Polsek Medan Kota.Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, AKP Martualesi Sitepu mengatakan, pihaknya telah mengamankan Fernando pada malam itu juga. Kemudian, Polsek Medan Kota menyerahkan Fernando ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut. Sebab, Fernando yang sudah kecanduan ini, sejatinya lebih baik dilakukan rehabilitas."Sore tadi Polsek Medan Kota telah menyerahkan Fernando ke BNN Sumut Jalan pancing," kata Martualesi.Mantan Kanit Polsek Delitua ini bilang, Fernando diserahkan ke BNNP Sumut merupakan atas permintaan dari Ibunda. Kepada Martualesi, Loisa mengakui, jika Fernando sudah lama menjadi pencandu narkoba."Awalnya yang digulung-gulung dalam rokok, kata si Ibu Loisa. Lalu sang ibu tak tahu itu apa yang digulung dan kemudian dihisap oleh Fernando," sambung MartualesiDia melanjutkan, Fernando sebelumnya sudah pernah direhab di Sibolangit pada tahun 2014 lalu. Namun, Fernando malah melarikan diri dari Panti Rehab itu pada 25 Desember 2014 lalu."Sebulan menjalani rehab, Fernando melarikan diri dari Panti Rehab," tukas Martualesi.(Mtc)


Tag:

Berita Terkait