Matatelinga.com, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror mengambil alih kasus teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Jalan Dr Mansyur, dengan tersangka IAH ,18,. Kini, penanganan dan proses hukum dilakukan di Mabes Polri. Hal itu diketahui setelah perwakilan Densus 88 mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan dengan melakukan rapat tertutup bersama Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), Taufik."Senin (5/9) kemarin, ada tiga orang Densus 88 sudah datang ke saya untuk meminta rekomendasi bahwa kasus ini diambil alih mereka (Densus 88)," ungkap Taufik kepada wartawan, Jumat (9/9/2016). Dipastikan, Kejari Medan tidak akan melakukan penuntutan atau menurunkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini. "Tidak lah, tapi kita lihat ke depannya proses penyidikan kasus ini oleh Densus 88," tandas Taufik.Berdasarkan informasi, remaja usia 18 tahun itu sudah diboyong oleh Densus 88 ke Mabes Polri dengan didampingi oleh kedua orang tuanya dan petugas Balai Pemasyarakatan Kemenkum HAM Sumut. IAH akan diadili di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim).Sementara itu, Kuasa Hukum IAH, Rizal Sihombing membenarkan hal tersebut. Dia mengungkap, sebenarnya keluarga IAH mengharapkan, remaja berusia 17 tahun itu diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan. "Keluarga dan kuasa hukum berharap persidangan dilakukan di Medan," tutur Rizal. Rizal menjelaskan, bila IAH diadili di PN Medan, akan memudah proses persidangan termasuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan mudah menghadiri para saksi. "Itu karena, kejadian ini di Medan dan saksi-saksi juga berada di Medan," tutur Rizal.Diberitakan sebelumnya, IAH melakukan aksi teror bom di Gereja Santo Yosep, Minggu tanggal 28 Agustus 2016 pagi. Ia diketahui membawa ransel berisi bom rakitan. Saat kejadian, diduga bom yang dibawa IAH gagal meledak. Tasnya hanya mengeluarkan percikan api. Karena itu, IAH pun mengeluarkan senjata tajam dan menyerang pastor yang bernama Albert Pandingan. Jemaat pun panik, beberapa berhamburan dan lainnya berupaya menghentikan perbuatan IAH. Beruntung bom tidak meledak dan IAH pun berhasil dilumpuhkan lalu diserahkan ke polisi.(Mtc)