Matatelinga.com, Sukacita Nurhadi, 58, warga Jalan Karya, Lorong Bilal, Kelurahan Karang Berombak, Medan Barat merayakan Idul Adha bercampur dukacita. Pasalnya, usaha panglong miliknya yang berada tak jauh dari rumahnya di Jalan Karya Setuju, Medan Barat ludes dilalap si jago merah, Senin (12/9/2016). Untungnya tidak ada korban jiwa atau pun korban luka-luka akibat kejadian itu. Namun diperkirakan Nurhadi sang pemilik UD Rezeki itu mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Informasi yang diperoleh di kepolisian menyebutkan awal api diketahui oleh tetangga korban bernama Basri, 43, warga Jalan Karya Setuju, Lorong Bilal, Kelurahan Karang Berombak, Medan Barat. Rumahnya hanya berjarak beberapa meter saja dari panglong milik Nurhadi. Basri yang saat itu sedang dirumah dikejutkan dengan teriakan anaknya. Mendengar teriakan itu, Basri langsung keluar rumah dan melihat panglong milik Nurhadi banyak kepulan asap tepatnya dikamar tidur.Basri langsung masuk ke dalam panglong dan berusaha membuka pintu kamar yang terkunci. Saat membuka pintu kamar ia sempat melihat bagian cok kabel di dalam kamar terbakar. Lantaran ia tidak bisa membuka pintu kamar yang terlunci, Basri pun berteriak minta pertolongan warga lainnya.Tak lama kemudian, Anggi, 30, dan Farizi, 22, keduanya warga Jalan Karya Setuju, Medan Barat, tak jauh dari panglong tiba di lokasi kebakaran untuk berusaha memadamkan api. Namun sia-sia, api terlanjur merambat ke seluruh bagian panglong yang berisi bahan mudah terbakar. Hanya hitungan menit api langsung membesar membakar panglong UD Rezeki tersebut.Saat api berkobar, tujuh armada pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian perkara. Hampir setengah jam api berhasil dipadamkan hingga sejumlah rumah yang berada di seputaran panglong lolos dari jilatan api. Setelah api dipadamkan, pemilik panglong mengalami kerugian 1 Vespa bernopol BK 6989 DT, 1 mobil pick up bernopol BK 8944 BA, 1 mesin potong kayu, 1 televisi LED 14 inci dan seluruh material kayu habis terbakar. Kapolsekta Medan Barat Kompol Viktor Ziliwu memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu. Namun korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp400 juta. "Api diduga dari korsleting arus listrik yang berada di dalam kamar panglong. Namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan kita. Tiga orang saksi masih kita mintai keterangannya. Untuk korban jiwa atau pun korban luka-luka negatif. Saat terbakar pemilik tidak sedang berada di panglong. Barang bukti 1 rangka televisi, dan 2 broti bekas terbakar sudah diamankan. Untuk sementara panglong kita police line," ujar Kompol Viktor Ziliwu.Sementara menurut saksi mata, Basri, menuturkan awalnya ia kaget mendengar suara jeritan anaknya. "Aku kaget anakku menjerit. Aku langsung keluar rupanya kamar di panglong itu banyak kepulan asap. Aku langsung menuju ke kamar dan buka pintunya. Rupanya terkunci. Aku sempat lihat ada cok kabel dalam kamar terbakar. Mungkin itulah sumber apinya. Ya itulah api langsung besar. Hangus semua isi panglongnya," akunya.(Mtc)