Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Aih, Gara-gara Dompet, Remaja 18 Tahun Ini Semaput Dihajar Puluhan Massa

Aih, Gara-gara Dompet, Remaja 18 Tahun Ini Semaput Dihajar Puluhan Massa

Admin - Senin, 19 September 2016 20:19 WIB
Matatelinga.com
Matatelinga.com, Nyawa MGN ,18, warga Jalan M Nawi Harahap No 2, Medan, nyaris melayang setelah dihajar puluhan massa yang berada di Jalan Jermal 15, Kecamatan Medan Denai, Senin (19/9/2016) sore.Pasalnya, pria pengangguran ini nekat merampas dompet milik seorang warga yang melintas di lokasi. Saat itu Gopur tidak beraksi sendiri, ia ditemani rekannya T ,22, yang berhasil melarikan diri saat puluhan massa menghakimi dirinya hingga babak belur.Peristiwa itu terjadi saat korban melintas mengendarai sepeda motor BK 2076 JJ di Jalan Denai menuju Jalan Menteng. Setibanya di depan Jalan Jermal 15, kedua pelaku yang juga berboncengan menggunakan sepeda motor langsung merampas dompet tangan yang dipegang korban.Berhasil merampas barang milik korban, keduanya lantas coba melarikan diri. Sialnya, belum sempat jauh, korban berteriak rampok hingga mengundang perhatian warga sekitar. Keduanya dikejar, apes Gopur berhasil ditangkap sedangkan rekannya berhasil kabur.Warga yang emosi langsung main hakim sendiri, beruntung petugas Polsek Medan Area yang mendapat informasi langsung turun ke lokasi untuk mengamankan Gopur berikut barang buktinya. "Saat itu pelaku ini beraksi bersama rekannya yang masih dalam pengejaran, korban kehilangan handpone dan sejumlah uang," ungkap Kapolsek Medan Area, Kompol M Arifin, Senin malam.Lanjut Arifin, saat ini Gopur masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. "Sudah kita amankan berikut barang buktinya, masih dalam pemeriksaan lebih lanjut dan menunggu laporan resmi dari korban," tukas Arifin. (Mtc)


Tag:

Berita Terkait