Keberadaan TPA Terjun Disoal Warga

Admin - Selasa, 20 September 2016 18:56 WIB
google
Matatelinga -  Hengki Butarbutar, Warga Kecamatan Medan Marelan, mengaku keberatan atas aktivitas mobil pengangkut sampah yang melintasi Jalan Paluh Nibung. Pasalnya, keberadaan truk pengangkut sampah tersebut membuat warga sulit beraktivitas.Betapa tidak, setiap truk masuk melalui jalan yang menghubungkan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun ini, menyebabkan antrian yang begitu panjang. Akibatnya kendaraan warga yang hendak hilir mudik menjadi sulit."Selain macat, kondisi jalan jadi cepat rusak. Untuk itulah kita minta Wali Kota memperhatikan hal ini," ungkapnya melalui media sosialnya belum lama.Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan, Surianto SH, yang juga warga Kecamatan Medan Marelan mengaku, antrian panjang truk pengangkut sampah tersebut disebabkan jalanan yang licin menuju titik pembuangan, apabila Kota Medan sekitarnya memasuki musim penghujan."Antrian itu karena jalan licin. Truk yang sarat muatan sampah itu kan melewati tumpukan sampah. Jadi harus hati-hati," terangnya.Lebih lanjut dijelaskan Butong sapaan akrab Surianto, limbah dari sampah tersebut juga sudah mencemari pertanian warga sekitar. Alhasil, sawah masyarakat tidak bisa ditanami kembali."Dinas Kebersihan atau Wali Kota Medan harus mencarikan solusi untuk masalah ini. Kasihan warga sekitar TPA Terjun yang berprofesi sebagai petani. Mereka tidak bisa lagi bercocok tanam," ujarnya.Untuk mengetahui apa penyababnya, Waspada Online mencoba menghubungi Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Endar Sutan Lubis, melalui telefon selularnya 082276072xxx. Namun nomor yang dituju dalam keadaan tidak aktif. (Mtc)


Tag:

Berita Terkait