Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
"Sudah Jatuh Tertimpa Tangga"

"Sudah Jatuh Tertimpa Tangga"

Admin - Kamis, 29 September 2016 10:32 WIB
google
Matatelinga.com - Seorang pria bernama Willy ,24, warga Jalan Besar Medan-Delitua, Gang Baru, Kel. Titi Kuning, Kec. Medan Johor ini terpaksa harus membuat laporan pengaduan ke Mapolsekta Patumbak kedua kalinya. Pria keturunan Tionghoa ini ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga.Informasi dilapangan, saat itu korban melintas seorang diri di Jalan Tritura, Simpang Marindal, Kecamatan Medan Amplas mengendarai sepedamotor Honda Verza warna putih BK 6031 AGB, diberhentikan oleh dua pria tak dikenal berboncengan menumpangi Honda Revo warna hitam, kemarin (25/9) pukul 23.30 WIB. Lantaran diberhentikan, korban pun berhenti.Salah seorang pria yang dibonceng, turun, langsung menodongkan pisau ke leher korban. "Serahkan sepeda motormu. Kalau kau tidak mau, mati nanti," ujar Willy menirukan ucapan pelaku, Rabu (28/9/2016).Karena takut mati, Willy memilih untuk menyerahkan sepedamotor tersebut. Kemudian, pelaku kabur membawa sepedamotor Willy. Alhasil, korban pun bergegas mencari becak bermotor (betor) untuk mengantarkan dirinya ke Mapolsekta Patumbak, guna membuat laporan pengaduan.Sesampainya di Mapolsekta Patumbak, petugas piket malam menyarankan korban membawa kelengkapan surat-surat kendaraannya. Oleh korban, kemudian pulang ke rumah untuk melengkapi permintaan petugas. Setelah surat-surat kendaraannya yang diminta polisi dinyatakan lengkap, korban kembali mendatangi Mapolsekta Patumbak guna membuat laporan, Selasa (27/9) pukul 15.00 WIB.Usai membuat laporan pengaduan aksi begal, Willy pun pulang ke rumah dengan menumpangi angkutan umum menuju Terminal Amplas. Sesampainya di sana, korban menanti angkutan umum Medan Bus. Saat menunggu itu, korban disambangi oleh enam pemuda. Dua diantarnya meminta rokok Willy."Saya tidak merokok," jawab Willy saat itu. Oleh dua pemuda itu, kemudian merogoh saku celana Willy dan mengambil handphone merek ZTE yang dibeli seharga Rp1,3 juta, belum lama ini.Berhasil memetik handphone, kedua pemuda tersebut meninggalkan Willy. Sementara korban, tak dapat berbuat banyak. Sebab, korban hanya dapat terpaku melihat kedua pemuda brandalan itu kabur. Singkat cerita, Willy kembali mendatangi Mapolsekta Patumba untuk membuat laporan kehilangan handphone.Kanit Reskrim Polsekta Patumbak, AKP Fery Kusnadi membenarkan, pihaknya telah menerima laporan dari Willy. "Anggota masih cek TKP untuk memastikan pengaduan korban. Apakah benar dirampas atau hanya rekayasa saja," katanya.(Mtc)


Tag:

Berita Terkait