Matatelinga.com - Endemik demam berdarah di Asahan meningkat 100 persen saat ini jika dibandingkan dengan tahun yang lalu. Kondisi lingkungan serta kurangnya kesadaran masyarakat ditenggarai menjadi penyebab hal ini.Sekertaris Dinas Kesehatan Kabuapen Asahan dr.Aris Yudha melalui staf Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) S.Hutahaen kepada Matatelinga.com Kamis (20/10/2016) mengatakan kasus demam berdarah (dengue hemorrhgic fever) di Asahan mengalami peningkatan sebanyak 100 prosent dari tahun lalu, hal tersebut diakibatkan oleh kurang kesadaran warga masyarakat tentang kebersihan.Ia mnyebutkan, saat ini jumlah penderita demam berdarah di Asahan sebanyak 545 orang yang tersebar di 25 kecamatan yang ada di Asahan "Dan korban penderita demam berdarah yang telah meninggal dunia total sebanyak 14 orang, penderita demam berdarah terbanyak berada di kecamatan Pulau Rakyat sejumlah 90 orang dan meninggal dunia sebanyak 3 orang," kata dia.Penderita demam berdarah saat ini banyak dirawat selain di RSU H.Abdul Manan Simatupang, Kisaran juga di RS swasta yang ada di Asahan, kasus demam berdarah yang diakibatkan oleh nyamuk Aides Aghepty ini sudah terlihat mulai Agustus 2016 lalu, Dinas Kesehatan Asahan dalam mengatasi endemik ini sudah melakukan upaya pengasapan ( fogging) di daerah rawan nyamuk Aides Eghepty, namun peningkatan penyebaran penyakit ini semakin melambung.Secara terpisah Sulastri ,32, warga desa Manggis Kecamatan Pulau Rakyat salah satu penderita demam berdarah yang saat ini sedang menjalani rawat inap di RSU HAMS Kisaran mengatakan awalnya dirinya mengalami rasa demam dengan panas yang tinggi. "Kami hanya berobat dengan minum obat yang dijual di kedai, demam tersebut tidak berkurang lalu saya ke Puskemas dan dirujuk ke RSU HAMS ini," kata dia. Korbannya juga sudah banyak dikampung kami," timpalnya.Warga berharap adanya perhatian pemerintah dalam permasalahan ini. (Mtc/Ben)