Matatelinga.com - Warga masyarakat lingkungan VII Aek Loba Pekan kecamatan Aek Kuadan Asahan nyaris bentrok dengan pihak manager PTPN IV Kebun Pulau Raja, Sabtu (29/10/2016) sekira pukul 09.00 wib.Menurut keterangan Saiful ,45, warga setempat dilokasi kejadian kepada Matatelinga.com menuturkan pihak manager kebun PTPN IV Pulau raja ini sudah tidak lagi mau bersahabat dengan warga masyarakat Lingkungan VII Aek loba, warga disini sangat marah dikarenakan jembatan penghubung yang dibuat warga sejak puluhan tahun lalu hendak dibongkar, jembatan tersebut merupakan akses warga sebagai jalan potong menuju desa seberang dan juga merupakan akses warga bila menggembalakan ternak.Syaiful juga mengatakan bila jembatan tersebut dibongkar pihak PTPN IV, maka warga akan kesulitan bila hendak ke kampung sebelah, oleh karenanya warga ini mengamuk saat pihak manager serta assisten kebun ini mendatangkan traktor untuk membongkar jembatan tersebut, selama ini kami warga sekitar kebun tetap diam meskipun kami sering dituduh sebagai pencuri buah sawit kebun.Secara terpisah AKP.Dahrun Harahap Kapolsek Pulau raja bersama personil Polsek Pulau raja yang turun ke lokasi kejadian saat dimintai keterangannya mengatakan warga masyarakat sekitar kebun marah dikarenakan jembatan penghubung yang dibangun masyarakat hendak dibongkar paksa oleh pihak kebun, dan kejadian ini nyaris membuat warga menjadi brutal, namun dengan adanya penggalangan masyarakat dengan pihak kepolisian sektor Pulau raja , aksi anarkis massa dapat dicegah.Dalam mediasi yang juga dihadiri drs.Sofyan Ismail anggota DPRD Asahan yang bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, pihak manager PTPN IV kebun Pulau raja menyanggupi jembatan penghubung tersebut batal dibongkar, dan warga masyarakat sekitar kebun juga diminta untuk saling menjaga ketertiban. (Mtc/ben)