Matatelinga.com - Para pelaku bandar )sindikat) Narkoba jenis Pil ekstasy menggunakan modus baru yang berhasil diamankan oleh Badan Narkotik Nasional (BNN) Sumut pada Rabu (26/10) lalu. Dimana para pengedar narkoba menggunakan bentuk baru untuk mengedarkan narkoba mereka yang menyasar target kepada anak-anak.Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjend Andi Loedianto bahwa penangkapan yang dilakukan oleh BNN Sumut pada Rabu (26/10) di Jalan Lintas Timur Sumatera, Desa Tolan, Kec. Kampung Rakyat, Kab. Labuhan Batu Selatan di daerah Perkebunan PTPN Aeknabara, Sumut berhasil mengamankan tiga tersangka berinisial J alias K ,35, M alias HS ,35, dan R ,28,."Bentuk baru yang digunakan oleh tiga tersangka tersebut pada ekstasi yang mereka edarkan ini diduga untuk menarik minat target baru mereka, yakni anak-anak. Ada temuan yang kita harus waspadai, karena ada ekstasi bentuknya menyerupai mainan anak, seperti boneka hello kitty, permen atau yang lainnya untuk menarik peminat anak-anak dan itu harus kita waspadai," ucapnya, Selasa (1/11/2016).Lanjut, Brigjend Andi Loedianto menuturkan penangkapan tiga orang tersangka yang dilakukan oleh BNN Sumut di Labuhan Batu Selatan tersebut itu berhasil mengamankan barang bukti 85 kilogram sabu-sabu, 50 ribu butir pil ekstasi yang menurutnya barang haram tersebut berasal dari Malaysia."Menurut saya barang tersebut dari Malaysia yang dibawa melalui jalur laut. Modusnya pun bisa dibilang baru dengan memasukan barang haram itu kedalam jeriken yang diletak dibawah kapal dan diikat dengan tali. Jika sewaktu-waktu ada razia mereka tinggal memotong tali tersebut," katanya.Brigjend Andi Loedianto menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan peredaran narkoba yang ada di lingkungan masyarakat. Masyarakat juga harus berani menyampaikan informasi jika mengetahui adanya aktifitas peredaran gelap narkoba karena peran aktif dari masyarakat sangat diperlukan dalam pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba."Banyak masyarakat yang masih kurang berani melaporkannya kepada pihak yang berwajib. karena opini masyarakat itu takut mereka akan diganggu, padahal tidak ada. Belum lagi kalau ada oknum yang terlibat dimana itu yang menjauhkan aparat dengan masyarakat. Serta modus narkoba dengan menarik perhatian anak-anak itu juga harus kita waspadai," pungkas Brigjend Andi Loedianto.(Mtc)