Matatelinga.com - Ulah oknum yang ngaku anggota LSM dan Wartawan ini terbilang cukup licik dalam mengakali seluruh kepala sekolah di Asahan ini, akibatnya seluruh kepala sekolah di Asahan pusing dalam mengelola dana BOS yang diterimanya tiap triwulan, sementara ka.UPT ( Unit Pelaksana Tehnis) dinas Pendidikan tidak dapat berkutik menghadapi ulah oknum yang mengaku anggota LSM dan Wartawan saat menjual barang dagangannya dengan mengatas namakan Drs.H.Taufan Gama Simatupang MAP selaku bupati Asahan.Ketua LSM Target Andry Zass kepada Matatelinga.com , Kamis (10/11/2016) mengatakan perbuatan tiga orang oknum yang mengaku anggota LSM dan wartawan ini terbilang sudah melampaui batas kewajaran, mereka menjual barang dagangan berupa jam dinding dengan ditempel gambar Bupati dan Wakil bupati Asahan dengan latar belakang Masjid Raya kisaran, bener dengan himbauan anti narkoba, bener tugas pokok pendidik, secara paksa dan senantiasa mengatas namakan Bupati Asahan drs.H.Taufan Gama Simatupang MAP, ujarnya.Andry Zass juga menuturkan harga jam dinding seperti itu di pasaran seharga Rp.60 ribu, namun oleh mereka dijual seharga Rp.400 ribu dan tiap sekolah diwajibkan harus membeli sesuai jumlah kelas plus kantor yang ada disetiap sekolah, sementara untuk poster ( bener) kepala sekolah diwajibkan membeli minimal 10 unit dengan harga masing masing seharga Rp.500 ribu hingga Rp.750 ribu, pembayarannya diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).Mereka menjual barang tersebut dengan sistem paksa, dan memberikan ancaman akan dilaporkan ke bupati bila kepada kepala sekolah bila tidak membelinya.Kucuran dana BOS tidak sesuai dengan peruntukannya, kami LSM Target meminta Kadis Pendidikan untuk segera mengambil tindakan kepada kepala sekolah yang menyalah gunakan kucuran dana BOS tersebut, dan meminta Bupati Asahan segera memberikan klarifikasi atas pencatutan namanya serta melaporkan perbuatan pelaku ke pihak yang berwajib.Secara terpisah kabag humas setdakab.Asahan Rahmat Hidayat SSos, MSI saat dikonfirmasi dengan tegas mengatakan Bupati Asahan drs.Taufan Gama Simatupang MAP, tidak sekalipun pernah memberikan arahan atau menyuruh tiga oknum anggota LSM dan Wartawan itu untuk melakukan perbuatan tersebut, dan bupati Asahan segera akan memanggil Kadis Pendidikan yang baru , kucuran dana BOS hanya dipergunaka untuk kepentingan kemajuan dan penigkatan mutu pendidikan, bukan untuk kepentingan membeli jam dinding maupun poster seperti itu.Sementara pengakuan salah seorang Kepala Sekolah yang enggan disebut jati dirinya dengan alasan takut diteror saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 10/11/2016 sekira pukul 11.00 wib membenarkan adanya pemaksaan yang dilakukan oleh tiga orang oknum yang mengaku anggota LSM dan wartawan tersebut.Ketiga oknum tersebut diantaranya "JP, HN dan UG", setiap mereka memasukan barang dagangannya selalu mengatas namakan bupati Asahan, barang ini milik bupati Asahan dan diwajibkan setiap sekolah untuk membelinya, bila tidak membeli sangsi administatif akan dikenakan, dan mengenai harganya memang sudah tidak wajar, jam dinding seperti itu dipatok dengan harga Rp.400 ribu sementara dipasaran hanya Rp.60 ribu , belum lagi tulisan yang ada diposter poster itu harganya sudah Rp.500 ribu hingga Rp.750 ribu per unitnya, dan kita dipaksa membeli hingga 10 unit per itemnya.Pembayarannya menggunakan dana BOS, sehingga kami kepala sekolah ini terpaksa melakukan manipulasi administrasi untuk mempertanggung jawabkan penggunaan dana BOS tersebut.Kami juga siap untuk memberikan keterangan oleh pihak yang berwenang apabila kasus ini mencuat, kami kepala sekolah sudah sangat pusing menghadapi ulah tiga orang oknum yang mengaku LSM dan wartawan ini, kemana kami harus mengadu menghadapi persoalan ini pak, tukasnya.(Mtc/Ben)