Matatelinga.com - Sekolah Tinggi Graha Kirana mewisuda 305 mahasiswanya yang lulus tahun akademik 2016/2017, di Gedung Serbaguna Hotel Emerald Garden, Sabtu (12/11/2016). Sebanyak 305 lulusan program sarjana itu, di antaranya 77 orang dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH), dan 228 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE).Dalam wisuda tersebut dihadiri Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Graha Kirana Prof Dr M Arif Nasution, Ketua STIH Graha Kirana Prof Dr Mariam Darus SH, para dosen atau staf pengajar, civitas akademika, serta wisudawan bersama keluarganya. Selain itu, turut hadir sebagai tamu undangan, Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto.Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Graha Kirana Prof Dr M Arif Nasution mengungkapkan, momen wisuda ini merupakan awal untuk melangkah ke depan, ke dunia nyata berikutnya. Oleh karena itu, pendidikan tidak berakhir sampai disini tetapi sampai nafas terhenti."Ada dua hal yang harus diingat dalam hidup, yaitu kita tidak bisa keluar dari waktu dan ruang. Waktu artinya kita hidup sesuai dengan waktu, sehingga manfaatkan waktu sebaik-baiknya seperti menuntut ilmu pendidikan. Sedangkan, ruang merupakan lingkungan seperti keluarga tempat kerja dan sebagainya. Untuk itu, momen wisuda ini jadi pemacu semangat agar mempergunakan waktu dan ruang dengan baik," ungkap Prof Dr M Arif Nasution dalam pidatonya.Lebih lanjut dikatakannya, kompetisi dalam dunia kerja ditengah masyarakat yang menglobal telah dirasakan. Untuk itu, lulusan perguruan tinggi saat ini tidak hanya bersaing sesama dengan lulusan di tanah air, tetapi juga dengan lulusan tingkat internasional."Kepada para lulusan yang baru diwisuda, selamat atas keberhasilannya dalam menyelesaikan pendidikan sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. Namun demikian, ini bukanlah akhir dari perjuangan melainkan sebagai titik pangkal yang baru dalam membuktikan apa yang diperoleh dalam bangku kuliah. Sebab, persaingan dunia kerja saat ini dari waktu ke waktu semakin kompetitif. Tidak hanya skala nasional, tetapi persaingan kini sudah dalam tingkat global, seiring masuknya era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)," sebutnya.Terpisah, Salah seoang Dosen bernama Arifin pada Waspada menyebutkan, berharap ilmu-ilmu yang dipelajari oleh para wisudawan di Graha Kirana dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. "Harapan pertama semoga ilmu yang mereka (wisudawan) dapat digunakan untuk diri sendiri dan masyarakat serta bermanfaat bagi semua orang banyak," kata Arifin usai upacara.Para wisudawan disebut Arifin tidak perlu takut untuk mencari pekerjaan. Ia mengaku Graha Kirana membuka pintu bagi para wisudawan untuk bekerja. "Terutama sebagai staf-staf," sebutnya. Para wisudawan yang berkeinginan untuk menjadi dosen, Graha Kirana juga membuka pintu.Tapi, lanjut Arifin, mereka harus memenuhi syarat-syarat yang ada untuk menjadi dosen. "Syarat-syarat menjadi dosen itu kan harus S2. Jika syaratnya terpenuhi, pasti diterima (Graha Kirana)," lanjutnya. Arifin menyatakan kalau para alumni akan diprioritaskan jika mau bekerja di Graha Kirana.Selain bekerja, Graha Kirana juga terbuka bagi para alumni untuk berkonsultasi. "Artinya, kalau gak bisa jadi dosen, kita siap memberi masukan (ke para alumni) supaya biar lebih mantap. Kampus terbuka bagi alumni untuk konsultasi," ujar Arifin.Untuk membantu mengembangkan sekolah tinggi tersebut, Arifin menegaskan para alumni sangat diandalkan. Upacara wisudawan bertepatan dengan ulang tahun pendiri Graha Kirana yakni Meriam Barus ke 85 tahun dan ulang tahun Graha Kirana yang ke 19 tahun.(Mtc)