Matatelinga.com - Seorang remaja bernama Primus,16, menjadi korban perampokan oleh empat orang yang mengaku sebagai polisi. Akibat kejadian ini, Primus terpaksa kehilangan sepeda motornya. Didampingi ibunya, Sri Sulistiawati,40, Primus pun mendatangi Polsek Percut Seituan untuk membuat laporan pengaduan atas insiden perampokan yang dialaminya pada Senin (14/11) malam ini.Diceritakan, saat itu, Primus mengaku saat itu dirinya sedang berada di SPBU untuk mengisi bensin di Jalan Mandala By Pas. Lalu Primus pun beranjak pulang ke rumahnya dengan melintasi Jalan Ampera, Kelurahan Bantan, Percut Seituan. Ternyata Primus diikuti oleh 4 orang pria yang mengendarai 2 sepeda motor.Secara tiba-tiba, Primus disetop. Lalu keempat pria yang mengaku polisi itu menyuruh Primus menunjukkan surat kendaraannya. Primus pun menunjukkan STNK motor. Lalu, salah seorang pelaku menarik kunci Primus. Tidak hanya disitu, pelaku juga merampas dompet korban. Saat itulah, Primus sadar ia jadi korban. Sadar, Primus coba melawan namun apa daya, remaja ini kemudian diancam bunuh sehingga ia pasrah saat hartanya dibawa kabur. "Daripada aku dibunuh lebih baik kuserahkan saja bang. Mereka ngaku-ngaku dari polisi. Pas ditengah perjalanan aku disuruh berhenti. Aku pikir mereka benaran dari polisi bang. Rupanya mereka merampok. Sempat melawan juga aku bang tapi pelaku 4 orang sedangkan aku sendiri. Dipukulilah aku bang, setelah itu mereka ngancam mau bunuh aku," ujar Primus yang tinggal di Jalan Pertiwi, Lorong Persatuan, Kelurahan Bantan, Percut Seituan, saat di kantor polisi Selasa (15/11/2016). Panit Reskrim Polsek Percut Seituan Ipda Irwanta Sembiring menyebutkan saat ini laporan korban sedang dalam pemeriksaannya. "Laporan korban sudah kita terima. Kita juga sudah cek TKP. Korban mengalami kerugian sepeda motor dan suratnya, uang dan helm. Keterangan korban pun masih kita dalami," kata Sembiring.