Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Petani Langkat " Bentrok" dengan Aparat Tim gabungan

Petani Langkat " Bentrok" dengan Aparat Tim gabungan

Admin - Senin, 21 November 2016 15:07 WIB
Matatelinga.com
Matatelinga.com - Anggota SPI Basis Mekar Jaya terlibat bentrok dengan petugas gabungan, Polisi, TNI dan Satpol PP, Jumat (18/11/2016).  Bentrokan terjadi saat petani Desa Mekar Jaya, Kabupaten langkat menolak alat berat masuk kedalam lahan pertanian untuk menggusur lahan milik petani. Lahan seluas 554 hektar itu diclaim masuk dalam Hak Guna Usaha PT. Langkat Nusantara Kepong (LNK) Malaysia. Bentrokan terjadi karena negosiasi antara petani dan kepolisian tidak memiliki titik temu. Ketua DPW Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumut Zubaidah menjelaskan, kepolisian sudah berulang kali melakukan negosiasi kepada masyarakat. Namun masyarakat tetap menolak penggusuran lahan yang dikaim pihak perusahaan."Tidak ada titik temu . makanya petugas gabungan dengan kekuatan penuh memaksa masuk kedalam lahan," kata Zubaidah saat memberi keterangan kepada pers di Aula Sintesa, Jalan Eka Rasmi, Medan Johor, Minggu (18/11/2016). Polisi sudah datang ke lahan sejak, Sabtu (12/11/2016). Terjadi negosiasi antara polisi dengan petani. Namun ditolak. Pada hari berikutnya, alat berat sudah mulai berdatangan. Sehingga para petani semakin gusar. Akhirnya, alat berat mulai beroperasi. Proses masuknya alat berat juga dikawal aparat gabungan. Akhirnya bentrokan pecah saat alat berat masuk ke lahan. "Mereka langsung membabi buta memukuli petani dan menghancurkan lahan. Akibatnya, tanaman, karet, sawit, ubi dan pisang. Mereka hancurkan pakai alat berat," tutur Zubaidah. Total ada 15 orang petani yang mengalami luka-luka karena dihajar petugas.Bahkan ada petani yang kepalanya pecah. Kabar yang beredar, beberapa petugas juga mengalami luka-luka saat bentrokan. Zubaidah juga menuturkan, ada anak-anak yang menjadi korban.  Hingga saat ini, akses keluar masuk desa masih ditutup oleh aparat kepolisian."Ada anak anak jadi korban. Itu korban kekerasan kepolisian.Bahkan ada orang tua kami, Saleh, jadi korban kekerasan dari kepolisian juga," ungkap Zubaidah.Saat ini, petani di Mekar Jaya tak memiliki apa-apa lagi.  Tanaman yang jadi sumber penghidupan mereka dihancurkan."Sampai sekarang pemerintah absen dan tak mau mendengar rakyatnya yang menderita," kata Zubaidah.DPW SPI Sumut menuntut pemerintah Provinsi Sumut mencabut izin PT LNK. Mereka juga mendesak kepolisian agar angkat kaki dari lahan milik petani. "Para petani disana trauma dengan aparat. Kami juga minta Komnas HAM dan Kompolnas melakukan investigasi atas kasus kekerasan aparat terhadap petani," akunya.Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Solicin digubungi Wartawan, Minggu (20/11/2016) menyebutkan, bahwanaya sampai saat ini belum ada petani yang korban terluka terkena pukulan benda tumpul oleh aparat, hingga saat ini belum ada kita menerima laporan. Namun, bila ada petani yang membauat laporan, pasti kita tindak lanjuti"akunya.Sebelum bentrrokan terjadi, personil kita ada menemukan bom molotof dilokasi kejadian, disenyalir untuk penyerangan terhadap aparat, akunya.(Mtc/PU)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Gubsu Erry Lantik Pengurus BKOW Sumut periode 2016-2021

Berita Sumut

Dampak Akibat Molornya Pelantikan Wagubsu

Berita Sumut

Wanita Pakai Baju Lambang Palu Arit Diamankan

Berita Sumut

Panglima TNI Saksi Pelantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Kasau

Berita Sumut

Pedagang Buku Pegadaian Tak Mau Pindah

Berita Sumut

Gubsu Erry Resmikan Perizinan Online Simpel Paten