Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Catatan Kenangan Reuni Alumni SMA Panti Budaya

Catatan Kenangan Reuni Alumni SMA Panti Budaya

Admin - Senin, 21 November 2016 20:21 WIB
MTC/Amos Simamora
foto bersama

oleh: Amos Simamora

SMA ? Adalah sebuah Masa di mana aku, kamu dan kita masih mengenakan seragam putih abu-abu yang bau keringat atas perbuatan dari terik matahari akibat seringnya berlari dan senang bermain olah raga di kala kegiatan osis. Kenangan indah dan sedikit lucu masa yang tak pernah bisa dengan mudah aku lupa, tempatku bersua dengan para sahabat yang sekarang sudah menjalani hidupnya sendiri-sendiri nan jauh di sana. Gmana dengan anda?

Sebuah kenangan kala di mana aku mulai mengenal gita dan cinta, yang kujalani dengan malu-malu namun tak kurang tulusnya. Dan satu hal yang selalu lekat di dalam lingkar kepala, gedung sekolah tempat segala sudutnya menyembunyikan ragam cerita.

Ahk, andai saja aku bisa memutar balik waktu sekali.....i saja, pengen  lagi mencecap masa itu. Hati ini sudah benar-benar kangen.

Halo, gedung sekolahku. Apa kabarmu? Dalam benakku ada kenangan yang bersenandung dengan rindu.

Masihkah kamu berdiri kokoh, menyambut hujan dan terik matahari dengan tak peduli? Atau justru cat biru tuamu luntur terkelupas, perlahan-lahan, namun pasti?

Ketika memasuki pekarangan sekolah langsung tertuju memandang hamparan luas arah sudut sekolah dan dalam pikiranku masih adakah corat-coret hasil karya murid jahil dan ada juga hasil kreatif masa itu? Ternyata semua itu sekedar meninggalkan tanda sederhana untuk bahan tawa saat tua akhirnya, hehehe....tak terasa mata ini mulai sedikit memerah dan pikiran kembali mengingat sweet memory masa masa indah itu.

Aku jadi ingat masa pertama kali memandangimu dari jauh, yea...dari kejauhan ketika itu aku masih berseragam putih abu abu. Tak pernah terlintas di lingkar kepalaku bahwa aku akan mengingat semua yang pernah ada diantara kita meskipun itu hanyalah sebuah fatamorgana semata.

Ahk...., sudahlah pikirku seketika, tersontak akan suara yang tiba tiba memanggilku namaku sehingga rasa hanyalankupun sirna sesaar sembari menarik napas panjang panjang serasa tak ingin menghentikan hanyalanku tadi. Toh juga aku sekarang bertemu manusia-manusia baru yang menggenapkan cerita seru tentang masa mudaku, yaitu masa masa sekolah di SMA.

Dan, benar saja, di sekolah ini aku menemukan ragam sahabat dan cerita yang tak pernah terlupa dan pasti akan kututurkan ke anak-cucu.

Gerbang depan hingga lapangan dan kantin, setiap sudutmu menyimpan cerita dan kenangan.

Di lokasi itu pula, aku dan satu dua kawan yang suka melanggar aturan harus melapangkan hati saat guru guru yang killer alias kojam mengambil sepatu lengkap dengan kaos kakinya yang memang tidak sesuai dengan aturan ( maksudnya belang belang penuh warna warni seharusnya warna bottar do warna na). Ahk...., sepertinya baru kemarin semua itu terjadi. Aku juga tidak pernah lupa betapa lapangan volly dan lapangan upacara yang dipakai jadi lapangan olah raga dan osis selalu berjasa memenuhi keinginanku dan teman sekelas bermain volly dan bola kaki di sisa hari maupun di tiap pelajaran olahraga. Yeaa.....a jadi ingat saat saat mencetak goal ke gawang lawan dan operan teman tim aku dan begitu sebaliknya teman sekelas silih berganti buat cetak goal dan akhirnya kamipun merayakan kemenagan dengan minum es warna kuning, apa sie itu namanya...jadi lupa euy...? Masih adakah para guru guru di dekat gerbang menjulang? Saksi dimana aku dan kawan-kawan saat harus berlari sebelum jam 7 pagi atau saat kami harus mengiba kepada guru piket agar tak kena hukuman cabut rumput dan mengelilingi lapangan sembari berucap,"aku berjanji tak terlambat lagi!"

Bermandikan sinar matahari saat latihan osis dengan agenda kegiatan sembarang, ada yang main volly, ada bola kaki, dan ada sekedar bakombur sehingga membuat kulit kami makin koling. Dan yang tentu selalu kuingat adalah upacara senin pagi, dimana kami semua selalu mengikuti upacara dengan setengah hati pun ketika harus menerima hukuman saat lupa membawa topi serta dasi dan kaos kaki berwarna. Hahahahaha........hukumanpun kami terima dengan sedikit rada dongkol....xixixixi....malotok lotok ulu i bah.....

Ahk....., memang lapangan itu selalu berjasa memenuhi kegiatanku dan kawan-kawan. Pun selalu memberikan tempat duduk terbaik ketika jam istirahat tiba. Iya, bangku-bangku taman  di depan kantin sembari melirik teman teman yang jajanan goreng dan sekali kali juga memperhatikan siapa yang menembak tak bayar sama istrinya lelek pemilik warung yang berjajar di sebelah ruangan tata usaha dan di depan lapangan serta pohon pohon dan gubuk kecil yang ada yang menaungi merupakan tempat yang asiiiik bagi para siswa untuk bercengkerama.

Sejenak menjelajah seputaran sekolah, melirik ruang kelas kesayanganku. Apakah kursi dan mejanya masih menyimpan bekas perjuangan masa perjakaku?Papan tulis yang belum diperbaharui dan mulai geripis di tiap pojokannya itu dengan papan baru? Sekarang aku ingin kembali menyelami kenanganku. Hai, ruang kelasku, bagaimana rupa dirimu saat ini ? Masih adakah meja kayu dengan ukiran namaku di ruang kelas yang dulu ku tempati ? Saksi diam aksiku bersama kawan-kawan saat bertukar jawaban di ulangan matematika dan fisika. Wajah malu malu....aku pancarkan ketika seorang guru tiba tiba menatapku dan aku membaca terbesik dihatinya sama dengan apa yang aku pikirkan akan sebuah kenangan atas ruang kelasku dulu. Hadeeeew..., kotor...dan pintu terkunci dan tanpak sudah lama tidak manfaatkan tuk proses belajar mengajar lagi. Kupandang jauh ke dalam ruangan, pertama aku berupaya untuk melihat yang tertempel didinding ruangan apakah masih ada lukisan coret coret tangan jahilku masa itu?  Akupun dikejutkan dengan suara teman seangkatanku yea...tetangga kelas kala itu, dia tertawa lepas dan merasa bahagia ketika memasuki ruangan kelasnya dulu..., dia sangat beruntung sekali karena dapat memasuki ruangannya kembali dan memaparkan satu persatu peralatan sekolah yang masih ada dan tak luput dijadikannya album selfie...selfie sebagai tanda kenangan sekian tahun lamanya berlalu, aku jadi iri....karena tak bisa melakukan apa yg barusan dia lajukan di depan aku, adik kelas serta paru guru yang setia mendampingi kami menelusuri lorong kelas.

Selamatlah yo....bisa selfie dan melepas rindu....!!!

Hadeeeww,,,, aku juga masih ingat ada beberapa lukisan pejuang tanah air yang tertempel di dinding ruangan kelasku. Aku berjalan kembali melewati lorong sudut sekolah hendak memastikan kamar kamar kecil itu apa masih berfungsi? Dan menoleh ke belakangnya di mana dulu sangat diramaikan sepeda sepeda kesangan teman temanku diparkirkan, tak acap aku lupakan dan bersama temanku celetus mangatakan," di sinilah kami selalu makan durian dan berpura pura permisi ke kamar kecil namun ondak mengambil durian yang jatuh disaat kami asik belajar dan harus terganggu akan harumnya durian saat itu !"

Di sela sela aku dan teman teman senior dan junior bertatap muka dengan para siswa saat sekarang ini, aku berusaha ingin kembali bertandang ke tempatmu kantin sekolah. 

Yea....sebuah tempat paling nyaman untuk kabur dari pelajaran membosankan atau bahkan sekedar bertukar cerita bersama kawan sambil melahap satu dua bakwan. 

Masih seenak dulu ‘kah masakan sang ibu penjaga kantin? Memang, masakannya tak pelit bumbu. Harganya pun cukup bersahabat untuk uang jajanku yang masih hitungan ribu. Akhirnya...temanku berbelanja di kantin itu....di dalam benak kami pastilah sama dengan jajanan masa lalu, sehingga kami saling lirik ketika jajanan pesanan sampai di depan kami dan alhasil...hitungan menit tak ada seorangpun menyenggol jajanan tersebut, terlihat di wajah temanku....bahwa selera lama itu belum bisa dilupakan. Sabar teman...terpenting adalah....REUNI AKBAR 2017 KITA sukses ! Ucap senior...spontanitas menutupi rasa lapar yang memang waktuny tuk menafkahi kampung tengah.

Hei,,,,, Shaloom

 Apa kabarnya Pak, Bu ? Sudah gmana sekolah kita ini, lagi renovasi ya ?  Ah, betapa aku masih ingat dulu ketika semua siswa termasuk aku berpelukan erat sembari tak henti-hentinya mengucapkan doa menjelang EBTANAS tiba.

Guruku pula yang menjadi saksi dari kami meraih dawai gita dan Cinta untuk kali pertama.

Hmm....betapa indahnya ketika dulu aku masih berseragam putih abu-abu dan menyimpan sebuah rasa.

Ketika permasalahan yang terberat di hidup hanyalah PR matematika, ulangan kimia, putus dengan pacar, atau berargumen dengan kawan. 

Ya..... diammu juga pernah menjadi saksi saat aku berargumen dan memutuskan untuk tak bertegur sapa dengan satu dua kawan hanya karena kesalahpahaman. 

Oh iya....memang banyak sekali cerita seru yang menghiasi masa mudaku disekolah ini.

Masih setianya para pengajarku di sini dari guru kesayangan sampai yang gemar menyalahkan atau mempermalukan?

Aku, kamu dan kita  juga tak pernah lupa betapa mereka benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa dan sangat berdedikasi dengan sebuah visioner. 

Tanpa pernah alpa atau mengeluh saat harus mengajar di jam ke 7 maupun di kegiatan sore (katakanlah osis yo). Pertanyaannya adalah, Masihkah mereka dipenuhi dengan semangat ketika menyampaikan ilmu di depan ruang kelas? 

Kerinduan itupun terjawab, betapa aku rindu dengan suara mereka, dengan lelucon jenaka yang sering mereka lontarkan demi mengatasi rasa jenuh para siswa dikala jam pembelajaran yang aku dengar sayup sayup. 

Oh iya denk ......Masih lengkapkah pengajarku yang dahulu? Dari mulai guru yang kukagumi dan kusayangi hingga guru yang kusebali ? Betapa rindunya diri ini untuk ingin kembali duduk di bangku kelas sambil sekali lagi mendengarkan suara mereka. Semuanya sudah berubah tak seperti yang kutanya dalam hatiku namun demikian aku anggap.mereka masih ada di sekitarku saat aku mencoba menjalani setiap.lorong kelas.

Wow.....

Apa kabar mereka sekarang? Bertambahkah guratan menua di wajah mereka? Masih sehatkah mereka hingga saat ini? Sedikit informasi yang aku dan temanku terima adalah semua telah berubah.....

Oo...o Bapak Guru

Ooo..oo Ibu Guru

Doa kami ada selalu buat kalian dari kami anak anakmu yang selalu merindukan kebersamaan kembali.

Hari esok, saat aku, teman temanku pulang ke kampung halaman, aku bersama teman teman alumni berjanji akan meluangkan waktu untuk bertandang. Demi menuntaskan rindu akan kenangan masa putih abu-abu.

Yes.....

Terimakasih sekolahku, atas pengalaman dan cerita tak terlupa yang pernah terjalin rapi di masa SMA-ku. Hari esok, saat aku bersama teman teman alumni  pulang ke kampung halaman, kami berjanji akan meluangkan waktu untuk bertandang. 

Demi menuntaskan rindu akan kenangan masa putih abu-abu.Semua kenangan dan cerita yang terjadi di gedung tua tidak akan pernah terlupa ataupun begitu saja menguap dari lingkar kepala kami. Semua cerita itu masih akan tersimpan rapi dan selalu terselip di ruang hatiku. 

Yah,,,,, memang aku tidak akan pernah bisa beranjak meninggalkan kenangan di saat aku masih memakai seragam putih abu-abu kebanggaan dengan diiringi lantunan lagi by obbie mesakh....," kisah kasih disekolah" akupun balik kanan bersama teman teman beranjak ke luar pintu gerbang sekolah dan tanpak raut wajah para guru guru tergambar serasa berat melepas kepergian kami.....sabar pak guru dan bu guru...pada hari Selasa tanggal 3 Januari 2017 pukul 10.00 Wib sampai dengan selesai di Sekolah kita itu akan kita lanjutkan dengan suka cita dengam agenda Reuni Akbar 2017 SMA Panti Budaya Kisaran yang tercinta. Mohon doakan kami anak anakmu.....bye...bye....see you teacher !!!  


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Berita Sumut

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Berita Sumut

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Berita Sumut

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Berita Sumut

Reuni Akbar Mantan Karyawan PriceMart dan The Club Store Medan Berlangsung Meriah

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?