Matatelinga - Dua orang korban bentrok antara petani dan petugas keamanan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten langkat, Jumat (22/11/2016), menceritakan bagaimana kronologis kejadian yang mereka alami. Dalam bentrokan itu, 15 petani, satu orang anak dan seorang nenek menjadi korban.Zulkifli ,39, salah seorang warga menuturkan, bentrokan berawal dari aksi saling dorong antara petani dan aparat keamanan."Kami waktu itu menghadang alat berat yang mah masuk ke lahan, Waktu itu saya mau menyelamatkan warga yang dipukul. Eh kok malah saya yang dipegang, dihantam, dihajar, tak ubahnya seperti binatang," tutur Zulkifli, Senin (22/11/2016).Saat itu, ada lima orang yang memegangnya. Dia melihat jelas bagaimana seorang petugas secara membabi buta memukul dirinya. "Saya dipukul di bagian kepala, dada, kaki, tangan.Kadang yang didada ini kalau saya batuk masih keluar darah," ungkapnya.Terlihat dibagian kepala Zulkifli di jahit karena dipukul menggunakan kayu. Selain itu, luka memar masih terlihat di beberapa bagin tubuh zulkifli.Sementara itu, Legimin ,25, salah satu korban lainnya menuturkan, Saat kejadian dia ingin menyelamatkan Zulkifli. "Padahal waktu itu warga gak ada yang melawan," tutur Legimin. Legimin menderita luka di bagian pipi sebelah kiri. Luka itu pun harus dijahit.(Mtc/Pu)