Matatelinga.com - Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumatera Utara mengaku sangat kecewa dengan pemerintah termasuk aparatur hukum, yang tidak berani menahan tersangka penista agama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok."Semalam sudah sepakat, atas berakhirnya waktu ultimatum 2x24 jam untuk segera menangkap Ahok, namun hingga kini belum ditahan pihak Kejaksaan," kata Koordinator Aksi GAPAI, Rabu Alam, kepada wartawan, Rabu (7/12) di kantor MUI Medan."Kami sangat kecewa dengan Kejagung, yang tidak tetap menahan saudara Ahok, kami merasa kecewa juga pemerintah pusat terutama Jokowi, seharusnya bisa mengambil keputusan bijak," sambungnya.Atas tidak ditahannya Ahok, Rabu Alam menegaskan pihaknya menunggu GNPF MUI Pusat, untuk melakukan revolusi jihad. "Kita siap menunggu untuk resolusi jihad, dari pusat, tuntutan kami cuma satu Ahok ditahan dan ditangkap," tandasnya.