Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Empat Calo Prona BPN Dibekuk Polisi

Empat Calo Prona BPN Dibekuk Polisi

Admin - Senin, 26 Desember 2016 19:04 WIB
Ben/Mtc
Kapolres Asaahan AKBP.Tatan Dirsan Atmaja,SIK yang didampingi Waka Polres Asahan Kompol Triyadi,SIK dan Kasat Reskrim AKP.Bayu Putra Samara,SIK serta Kanit Tipikor Iptu Rianto di Mapolres Asahan, Senin (26/12/2016) saat memaparkan hasil OTT terhadap empat
Matatelinga.com - Sat Reskrim Polres Asahan yang dibacku-up tim saber pungli Poldasu membekuk empat orang calo Prona (Proyek Operasi Nasional Agraria). Tiga dari empat tersangka diketahui berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Kapolres Asaahan AKBP.Tatan Dirsan Atmaja,SIK yang didampingi Waka Polres Asahan Kompol Triyadi,SIK dan Kasat Reskrim AKP.Bayu Putra Samara,SIK serta Kanit Tipikor Iptu Rianto di Mapolres Asahan, Senin (26/12/2016) mengatakan, pada hari Jumat (23/12/2016) sekitar pukul 15.00 WIB pihaknya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di salah satu rumah warga di Desa Gajah Sakti dan menangkap JS alias Jun alias Pak Tua (54)  yang ditenggarai sebagai calon Prona yang dikelola oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dari Jun, polisi langsung melakukan pengembangan perkara serta dapat  mengamankan tiga orang PNS yang pernah menjabat sebagai pejabat Kepala Desa di Desa Buntu Maraja, Desa Gunung Berkat serta Desa Gajah Sakti, masing-masing IS,50, MS,45, dan MH,32. "Dari data sementara yan dapat dikumpulkan serta pengakuan tersangka selama ini para tersangka sudah dapat mengelabuhi korbannya sebanyak 70 orang dari tiga desa tersebut, para Cclo PRONA ini mematok harga pengurusan sertifikat tanah melalui program PRONA sebesar Rp.2,5 juta hingga Rp.3 juta per sertifikat, sementara Negara telah memberikan kemudahan bagi masyarakat khususnya yang kurang mampu untuk mengurus sertifikat tanah melalui program PRONA tersebut secara gratis, namun oleh para tersangka ini kemudahan serta prioritas yang diberikan negara untuk warganya telah dimanipulasi oleh para tersangka ini," kata Kapolres. Dari tangan para calo pengurusan program ini, dapat diamankan barang bukti berupa beberapa dokumen pendukung untuk pengururusan Prona di BPN, serta barang bukti berupa uang Rp. 2 juta, yang berasal dari korban Andri Avandi Manurung. IS, yang saat itu menjabat Kades Gajah Sakti mendapat bagian dari tersangka JS uang sebesar Rp.7 juta, dari tersangka MS yang saat itu menjabat Kepala Desa Gunung Berkat juga mendapat bagian uang sejumlah Rp.1.500.000,- dan tersangka MH, juga mendapatkan bagian sebesar Rp.9. juta. "Perbuatan tersangka ini dapat dikenakan sanKsi hukum dan tersangka dapat dijerat dengan pasal 378 dan atau 372 KUH Pidana, terhadap para tersangka dimaksud saat ini sudah dilakukan penahanan badan di Mapolres Asahan berikut barang bukti juga sudah kami amankan, kedepan kami akan kembangkan hingga ketingkat Camat maupun BPN nya," tukasnya (ben).


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Suyudi Ario Seto Resmi Kapolri

Berita Sumut

1.300 Laporan Masyarakat di Polres Palas Mandek

Berita Sumut

Reza Pahlevi Lubis S Kom Dukung Pembinaan Prestasi Pelajar Kejuaraan Sepakbola Piala Wali Kota Medan

Berita Sumut

Dewijaya Care Raih UMKM BERDAYA of the Year dalam UMKM BERDAYA Awards 2026 Asuransi Astra

Berita Sumut

Pelindo 1 Gelar Upacara Kesaktian Pancasila

Berita Sumut

Kapolres Simalungun Pimpin Rakor Percepatan Penyelesaian Sengketa Lahan Sidallogan, Hasilkan Kesepakatan Damai Lewat Mekanisme GTRA