Matatelinga.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengingatkan semua pihak untuk tidak terjebak penyesatan opini. Aksi 212 menurutnya bukanlah aksi anti Kristen atau anti Cina. "Waspada terhadap opini dan isu yang ada. Hubungan kami dengan luar umat islam pun kami berjabat tangan, seperti besok kami akan bertemu dengab warga Tionghoa di pesantren saya yang ada di Bogor dalam pembicaran menjaga Pancasila dan NKRI," kata Rizieq, saat di Hotel Saka, Jalan Ringroad, Rabu (28/12/2016).Menurutnya, saat ini ada upaya penyesatan opini yang dilakukan pihak tertentu dengan menyudutkan aksi 212 dan menyebut aksi 212 ditunggangi. "Aksi 212 adalah murni penegakan hukum penistaan agama. Kami meminta masyarakat agar tidak salah paham," ungkapnya. Rizieq dan rombongannya hadir di Medan dalam rangka menggelar tabligh akbar yang dilangsungkan di Masjid Agung Medan Jalan Diponegoro. Sebelum tabligh akbar, Rizieq bersama rombongannya menggelar konfrensi pers. Terkait persidangan terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Rizieq mengatakan bahwa mereka akan terus memantau persidangan hingga akhir. "Kami akan terus memantau persidangan, komisi yudisial dan Mahkamah Agung agar persidangan berjalan lancar," terangnya.Rizieq sempat menjawab pertanyaan terkait dilaporkannya Rizieq atas dugaan penistaan agama Kristen. "Itu hak semua warga untuk melaporkan ke siapa," tegasnya.