MEDAN - Matatelinga: Mengantisipasi maraknya aksi kejahatan jalanan yang terjadi di Medan Tuntungan, Johor dan Delitua, petugas kepolisian POlsek Delitua mendirikan posko anti begal dan narkoba, Kamis (5/1/2016).Posko didirikan di Jl Eka Rasmi Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor, diharap dapat menekan angka kriminalitas yang meresahkan masyarakat."Mengingat jumlah kasus kriminalitas curas, curat dan curanmor tinggi di wilayah hukum Polsek Delitua, dan menindaklanjuti laporan masyarakat maka kita dirikan posko anti begal dan narkoba," kata Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna, kepada wartawan.Dijelaskan dia, posko anti narkoba dan begal ini nantinya akan diisi oleh petugas piket Polsek Delitua, Kepala Lingkungan dan warga sekitar. "Pihak Kecamatan (Lurah, kepling), Koramil, tokoh pemuda, tokoh Masyarakat, warga dapat berkerjasama dengan Polsek Delta dalam menjaga Kamtibmas yang kondusif dengan menggunakan sarana posko anti begal, untuk itu kita sangat mengharapkan kerja sama masyarakat," ujar dia.Catatan wartawan, aksi kejahatan jalanan di wilkum Polsek Delitua terbilang marak terjadi, sebelumnya seorang guru TK Mutiara Sari Boru Sijabat ,35, seorang korban perampokan di Kelurahan Lau Chi, Kecamatan Medan Tuntungan, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RS Adam Malik, Sabtu (3/12) pagi.Informasi Matatelinga.com, Minggu (4/12) sore, korban meninggal setelah tiga hari dirawat, karena mengalami pendarahan hebat, akibat benturan keras ke permukaan aspal usai dirampok, Rabu (30/11) kemarin.Korban yang diketahui adalah seorang guru TK di sekolah alam Bukit Hijau, Kecamatan Medan Tuntungan ini dibonceng suaminya Andi Laurent Perangin-angin mengendarai sepeda motor matic.Setibanya dilokasi kejadian, datang 2 orang pria bersepeda motor Vixion tanpa plat nomor, dan langsung memepet korban dari arah kiri. Saat itulah, salah seorang pelaku menyambar tas milik korban yang berisi Hand Phone, uang ratusan ribu dan sejumlah surat-surat berharga yang saat itu dipegang Mutiara.Tak rela barang miliknya dibawa kabur, korban mempertahankan tas miliknya hingga sempat terjadi aksi tarik menarik diantara keduanya.Karena kalah tenaga, korban pun terjatuh hingga mengalami luka serius dikepalanya. Melihat korban terkapar tak berdaya, saat itulah, masyarakat sekitar yang melihat kejadian itu langsung menolong korban dengan membawanya ke rumah sakit, RSU Haji Adam Malik Medan untuk mendapat perawatan medis karena mengalami pendarahan hebat, akibat benturan keras ke permukaan aspal.(Mtc)