MEDAN - Matatelinga: Puluhan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) unjuk rasa dengan longmarch dari Lapangan Merdeka menuju Gedung DPRD Sumut, Senin, (9/1/2017).Dalam aksinya, mahasiswa menegaskan jika mereka menolak kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar listrik (TDL), dan penerimaan negara bukan pajak (PNPB) pada awal januari 2017.”Kebijakan kenaikan ini semua tentunya akan menimbulkan angka inflasi meningkat tajam. Karena sejumlah bahan pokok dan lainlain akan menyesuaikan kenaikan tersebut otomatis dunia usaha akan melakukan efesiens i dan menaikkan harga. Akibatnya adalah terjadi pemangkasan pendapatan yang melemahkan daya beli masyarakat,” kata Ahmad Taufiq Tambunan, salah satu mahasiswa yang turut berunjuk rasa.Selain itu, dikatakan Ahmad, dalam memutuskan kebijakan ada ketidaktegasan dari pemerintah soal siapa yang bertanggung jawab atas ini semua. Para lembaga negara dari Kepolisian, Kementrian terkait sampai Presiden saling melempar tanggung jawab. Hal ini menunjukkan adanya komunikasi yang kurang baik dalam interna l pemerintah.“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menolak kenaikan tarif yang semakin membebani masyarakat,” kata dia.Sambil membawa bendera KAMMI, dan spanduk puluhan mahasiswa membelah kemacetan di Jalan Ahmad Yani Lapangan Merdeka, untuk selanjutnya ke gedung DPRD Sumut.