TOBASA - Matatelinga: Desa Meranti Barat Kecamatan Silaen Kabupaten Tobasa butuh perhatian serius dari pemerintah. Dalam pantauan matatelinga.com pada Selasa (10/1/2017) di Desa tersebut sangat memprihatinkan. Warga sangat tidak bisa menikmati kemerdekaan dan pembangunan seperti desa-desa lain. Desa Meranti berada sangat jauh dari ibukota kabupaten Tobasa. Perjalan dengan menggunakan roda dua membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai lokasi. Desa Meranti berpenduduk sekitar 38 kepala keluarga atau sekitar 130 jiwa. Desa ini merupakan desa paling ujung yang berbatasan dengan Meranti Timur Kecamatan Pintu Pohan. Jalan rusak berbatu dan jurang hampir disetiap sudut jalan menuju Desa Meranti. Warga harus extra hati-hati jika hendak keluar rumah ataupun sebaliknya. Kultur tanah yang berpasir membuat jalan berlobang dan mudah tergerus air hujan. Kepala Desa Meranti Barat Rekson Panjaitan memohon agar Bupati Tobasa Ir. Darwin Siagian membantu warga untuk perbaikan jalan. Jalan yang mereka lalui selama ini merupakan jalan berpasir yang mudah tergerus air jika hujan datang. Tidak jarang longsor terjadi hingga menyulitkan pengguna jalan. Selama ini warga hanya berjibaku gotong royong memperbaiki jalan yang longsor tertimbun tanah. Mereka belum pernah merasakan jalanan yang terbuat dari aspal atau rabat beton. Hal ini dikarenakan jembatan penghubung tidak mampu untuk dilewati angkutan roda empat. Rekson Panjaitan meminta agar bupati membantu warganya yang kesulitan mengangkut hasil-hasil kebun mereka. Terkadang mereka sedih melihat keadaan desa lain yang sudah menikmati jalan yang baik dan sudah dialiri listrik. (Mtc/Pintor)