TOBASA - Matatelinga: Satu-satunya gereja yang berdiri di Desa Meranti Barat kecamatan Silaen kabupaten Tobasa rusak parah. Kerusakan terjadi akibat pohon besar tumbang menimpa bangunan gereja pada 5 Desember lalu. Pohon kulit manis yang tumbang menimpa hampir seluruh bangunan atap dan dinding. Atap yang terbuat dari seng serta dinding terbuat dari papan mengalami kerusakan berat. Akibatnya hampir seluruh bangunan tidak bisa digunakan. Sisa-sisa bangunan pun hampir seluruhnya tidak bisa dipakai. Para warga jemaat yang beribadah, akhirnya menggunakan terpal yang terbuat dari plastik untuk menutupi atap yang rusak. Warga gereja tersebut meminta perhatian dari pemerintah agar rumah ibadahnya bisa diperbaiki. Salah seorang warga jemaat Rolli Pangaribuan mengatakan bahwa kerusakan terjadi akibat pohon tumbang dan terjadi saat sebelum Natal. "Pohon tumbang sebelum Natal, dan kami terpaksa menutup atap dengan menggunakan terpal plastik seadanya"ungkap beliau. Gereja kecil yang sudah lama berdiri ini merupakan satu-satunya gereja yang berada di desa mereka. Setiap mereka menggunakan gereja tersebut, mereka selalu mengeluhkan dan bertanya-tanya, kapan tempat ibadahnya bisa diperbaiki. Semenjak kejadian tersebut, beberapa warga telah melaporkan kebeberapa pihak dan memohon bantuan agar bangunan gereja bisa diperbaiki. Melalui media ini juga mereka menghimbau para petinggi gereja terketuk hatinya untuk membantu. Hingga saat ini belum ada kabar kapan akan perbaikan rumah ibadah tersebut.(Mtc/Pintor)