Suasana di kediaman korban penembakan, Indra Gunawan,45,warga Jalan Bambu, Pasar 4 Helvetia, Medan Helvetia mulai dipadati para jiran tetangga dan sanak keluarganya yang ingin melayat sebagai rasa duka cita atas meninggalnya pengusaha yang bergerak dalam penjualan senapan angin dan air sofy gun yang membuka tokonya di Jalan Ahmad Yani Medan Barat. Bahkan sesekali terdengar suara isak tangis yang menambah suasana menjadi lebih sedih dan terharu. Saat disambangi ke rumah duka, Rabu (18/4) siang, terlihat beberapa papan bunga ucapan turut berduka juga telah meramaikan dan memadati jalan yang menuju ke kediaman korban, begitu juga bendera merah yang sudah tampak dari kejauhan.Saat dirumah duka, Batmawati,67, yang merupakan ibu kandung korban juga tampak menjamu para kerabat dan tamu yang berdatangan. Dari wajah ibu beranak 4 ini, tampak kesedihan yang mendalam. Pasalnya, Indra Gunawan yang akrab dipanggil Kuna ini adalah tulang punggung bagi keluarga mereka.Atas apa yang menimpa putranya itu, Batmawati meminta pihak kepolisian, agar dapat menangkap dan menghukum para pelaku yang yelah membunuh anaknya tersebut."Dia baik di keluarga. Kami bisa apalah. Ini istrinya dan keluarga lain baru pergi ke RS Bhayangkara untuk menjemput jenazahnya. Harapan kami, supaya pelakunya cepat ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," tutur, ibu kandung korban dengan wajah penuh kesedihan sembari menyambut tamu dan kedatangan jenazah, pihak keluarga juga telah mempersiapkan acara pengadatan bagi jenazah yang diperkirakan akan dilakukan pembakaran (kremasi) di kawasan Deli Tua ataupun Tanjung Morawa."Acara adat ada. Rencananya, mungkin besok dilakukan pembakaran terhadap jenazahnya. Kurasa kalau gak di Deli Tua atau di kawasan Tanjung Morawa," sambungnya.Dikatakannya lagi, korban meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak. "Anak korban ada 4, namun yang paling besar laki-laki sudah meninggal. Sekarang anaknya 3 orang," pungkasnya.Senada juga diutarakan, Endru. Selaku keponakan korban, ia juga mengaku jika korban terbilang cukup baik. Pun begitu, musuh korban yang merasa sakit hati dengan korban juga ada."Dia orangnya yang sangat baik dan dermawan. Sampai saat ini, kita belum mengetahui penyebabnya dia dibunuh. Tapi yang kami tahu, banyak yang iri hati kepada beliau," ungkap Endru, sebagai keponakan Kuna.Bukan hanya pihak keluarga yang merasa berduka, para kerabat dan jiran tetangga disana juga mengaku terkejut atas kematian korban yang tewas akibat dibunuh.Sebab, warga disana mengatakan kalau korban dikenal cukup baik. Bahkan dalam berorganisasi serta keagamaan hal itu, juga didasari dengan ke ikutsertaan korban dengan organisasi Perada."Korban dikenal baik di lingkungan kami ini, dia pun bergaul bagus. Dia juga mantan Ketua DPP Perada Sumut. Kalau musuhnya kami gak tahu. Ibu korban pun tadi bilang, sebelum korban meninggal, gak pernah ada orang yang mencurigakan datang berkunjung. Tapi, kalau mengenai urusan lain, kami semua gak tau," ujar warga sekitar yang datang mengunjungi rumah duka.Sementara itu secara terpisah, dalam insiden penembakan itu, pihak keluarga korban juga menaruh curiga adanya motif dendam dan rasa tak senang dengan korban. Menurut Rada Krisna, selaku paman korban, selama ini Kuna dikenal sebagai sosok dengan jiwa sosial yang tinggi. Namun ada pihak-pihak yang tidak senang dengannya. Sehingga oknum-oknum itu menaruh dendam dan ingin mengahabisi nyawa korban."Kuna kerap diteror oknum-oknum tak bertanggungjawab. Ya diduga dia kerap membangun kuil-kuil. Bahkan, ia juga mendirikan kuil di Lapas Tanjung Gusta," tuturnya. "Baik kali si Kuna selama hidupnya. Dia sering bangun kuil untuk ibadah umat Hindu," terang Rada Krisna,53.Dalam kasus penembakan terhadap penjual senjata itu, Rada mengaku tidak menyangka kalau keponakannya itu tewas ditembak dua orang tak dikenal. Padahal selama hidupnya tidak pernah ada musuh."Sadis kalilah main tembak saja. Seperti ini bukan negera hukum saja. Enggak pernah dia aku dengar ada orang yang tak senang dengannya," ujar pria yang mengenakan kemeja warna putih tersebut.Rada menyebutkan selain memiliki jiwa sosial yang tinggi, korban juga pintar dalam memperbaiki senjata-senjata yang telah rusak. Seperti pada kasus perampokan di Bank CIMB Niaga beberapa tahun lalu, Kuna pernah memperbaiki senjata yang telah rusak milik para pelaku yang diminta pihak aparat kepolisian."Ya enggak nyangkalah pas dia turun dari mobil langsung ditembak para pelaku," sebutnya.