MATATELINGA, Madina: Zaman edan! Darah daging dibunuh dengan sadis. Penyebabnya karena sang cucu sering menangis. Dan, Mandailing Natal pun dibuat geger. Nenek sadis itu bernama Sriwaty. Usianya 43 tahun dan tinggal di Desa Ampung Padang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Madina. Di rumah ala kadarnya itu Sriwaty tinggal bersama cucunya, Melodi. Kesaksian sejumlah warga diperoleh, Selasa (2/5/2017), meninggalnya Melodi itu terjadi Senin (1/5/2017). Kisahnya bermula saat bocah 3 tahun itu menangis. Belum diketahui secara pasti, apakah sang bocah malang kelaparan atau karena sesuatu yang mengakibatkannya terus merengek. Mendengar tangisan Melodi membuat Sriwaty naik pitam. Sapu lidi yang ada di rumah langsung diambilnya. Tanpa pikir panjang, tubuh Melodi dibal-bal. Dalam kondisi sekarat, kemudian Melodi dibawa neneknya ke Puskesmas terdekat. Hasil pemeriksaan dokter mengungkap bahwa terdapat luka lebam di tubuh bocah nahas itu. Bahkan pada tangan sebelah kiri korban juga didapati luka gigitan."Masih sempat dirawat, diinfus. Tadi tanya sama Opungnya, dirujuk saja tapi dia menolak. Lukanya banyak ada di pantat, paha sama muka. Benda tumpul. Kalau paling fatalnya, nanti dari hasil forensik saja karena itu dibawa kemari supaya dirujuk ke Medan," kata dokter Muara Soma, dr Febrina.Tubuh Melodi yang sudah dalam peti tiba di RSUD Panyabungan. Akan tetapi, peti yang berisi tubuh berukuran 1 meter itu tak kunjung dibuka dengan alasan untuk secepatnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan dalam tahap uji forensik.(Mtc/net)