MATATELINGA, Helvetia: Kreta Ninja BK 6803 NAK jadi barang bukti aksi duo begal yang merangsek ke kawasan Jalan Guru Sinemba, Kecamatan Helvetia Timur, Medan Helvetia. Satu pelaku tewas dimassa, seorang lagi berhasil kabur. Peristiwa ini terjadi Selasa (2/5/2017) dini hari WIB. Ketika itu korban, Rico Putra sedang santai di tempat kosnya kawasan TKP. Tak lama berselang korban dihampiri teman sekosnya. "Kau tengok dulu kretamu di bawah. Ku dengar ada suara Ninja dibawa keluar," sebut teman korban bernama Lepen Firdaus Ginting. Anjuran Lepen dituruti korban. Benar saja bahwa kreta Ninjanya tak lagi ada di parkiran rumah kost. Saat itu juga korban mengajak Lepen mencari pelaku begal tersebut. Sampai di simpang lima, korban menjerit 'begal..'. Sehingga menghentak warga sekitar. Bersama warga sekitar, korban memburu pelaku. Apesnya, tak jauh dari TKP rumah kost, korban dan warga melihat pelaku yang mengendarai kreta Ninjainya. Sedangkan seorang rekan pelaku naik Revo dengan memacu kreta sekencang-kencangnya. Kalut diburu puluhan orang, alhasil pelaku mengambil jalan pintas. Yakni dengan membuang kreta Ninja korban. Hanya saja korban dan warga belum puas. Mereka pun terus mengejar pelaku. Pas di Jalan Kapten sumarsono depan mobil 999 No.76/88, pelaku diringkus. Tanpa rasa ampun, pelaku dihajar habis-habisan. Sanking sadisnya, massa memukuli korban hingga kepalanya pecah. Untungnya petugas cepat meluncur ke lokasi. Pelaku diamankan dengan kondisi sekarat. Selanjutnya diboyong ke RS Bhayangkara. Sekira 7 jam berselang, pelaku menghembuskan nafas terakhir. Tak satu pun identitas ditemukan di sakunya. Melalui hape yang ada, kemudian petugas menghubungi salah satu nomor yang tertera. Setelah itu datang seorag pria yang mengaku orangtua pelaku. Barulah diketahui bahwa namanya adalah Jefri Pandapotan, tinggal di Jalan Tirtosari, Kelurahan Medan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan. (Mtc/tim)