MATATELINGA, Batubara: Pengusaha dan nelayan Batubara satu rangkaian mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Sama-sama berharap rejeki dari komoditi dan potensi laut. Ditemui kru Matatelinga.com, Ketua DPC HNSI Batubara Edy Alwi mengatakan terkait situasi dan kondisi nelayan Batubara saat ini (2/5/2017). "Kami dari DPC HNSI Batubara mengimbau kepada pemerintah dan nelayan di Batubara agar dapat bersama-sama memperhatikan hajat hidup orang banyak, terutama bagi Pemerintah,agar memberikan kelonggoran/tenggat waktu pengalihan alat tangkap yang memadai sesuai alam karekteristik laut Batubara,tentu di dasari dengan kajian ilmiah," sebutnya. Sebelumnya, kesepakatan pengusaha dan nelayan bersama pemerintah (Muspida) Batubara atas konflik di tengah masyarakat nelayan beberapa waktu lalu di Kantor Mapolres Batubara menyepakati penggantian alat tangkap yang di larang,Pemerintah (Muspida) Batubara memberikan tenggat waktu sampai akhir bulan April 2017. Sementara pengusaha dan nelayan diwajibkan mengurus surat perlengkapan ijin kapal dan perlengkapan dokumen kapal serta ijin penangkapan ikan yang harus mereka miliki. Namun alih-alih razia besar-besaran di perairan laut Batubara baru-baru ini membuat kalangan pengusaha dan para nelayan menjerit.Sekarang kembali kelonggaran bagi pengusaha dan nelayan yang mengkais rejeki di perairan laut Batubara sebagaimana biasa kini sudah kembali normal. Pasalnya, sembari menunggu alat ganti penangkapan ikan yang sudah di canang kan Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan 9 jenis alat penangkapan ikan sebagai ganti penangkapan ikan jenis Cantrang yang terlarang sudah di terbitkan oleh KKP.Pengganti jenis alat tangkap Cantrang yakni gill net (jaring insang) di antaranya trammel net, bubu lipat ikan, bubu rajungan, pancing ulur, rawai dasar, rawai hanyut, pancing tonda, serta pole and line. Sedangkan cara pengoperasian alat tangkap gill net (jaring insang) dengan membentangkan jaring di permukaan, pertengahan dan dasar secara menetap, dalam keadaan posisi hanyut atau melingkar dan menghadang arah renang gerombolan ikan dengan tujuan menangkap sasaran ikan pelagis dan demersal.Alat penangkapan ikan tersebut sebagai alat ganti yang ramah lingkungan dan tidak menerapkan metode penangkapan dengan cara sapu bersih. (Mtc/Khas)