MATATELINGA, Siantar: Adu jotos terjadi di gedung DPRD Siantar. Dua pejabat tinggi wakil rakyat itu bersitegang. Ujung-ujungnya masyarakat dibuat malu. Seperti diberitakan, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Eliakim Simanjuntak (Fraksi Demokrat) terlibat pertikaian sengit dengan Wakil Ketua DPRD Mangatas Silalahi (Golkar) dan Timbul Lingga (PDI Perjuangan) dalam persidangan.Aksi saling cekik dan tarik baju terjadi saat digelarnya Sidang Paripurna, Rabu (3/5/2017) membahas tentang Rotasi Alat Perlengkapan Anggota DPRD Siantar. Pertikaian dipicu saat pembahasan dua surat dari Fraksi Gerindra tentang personalia alat kelengkapan. Dari sini terjadi perbedaan pendapat. Sehingga Eliakim yang memimpin sidang langsung melakukan skors ketuk palu secara sepihak tanpa mempertanyakan ke forum dan tanpa batas waktu yang diitentukan.Seketika itu pula dua wakil ketua yang di samping Eliakim membanting pengeras suara, diikuti dua anggota dewan lainnya. Usai saling serang, Wakil Ketua DPRD Siantar, Mangatas Silalahi saat menggelar konfrensi pers pasca ricuhnya rapat paripurna. Mangatas mengawali pembicaraan mengenai insiden yang seharusnya tidak pantas dicontohkan para anggota dewan. Dikatakannya, rapat tadi tersebut sudah terjadwal dan diskors hingga beberapa kali. Forum rapat juga telah menyetujui permintaan dari Fraksi Indonesia Raya yang meminta waktu selama satu jam untuk menyelesaikan permasalahan internal dimana ada terjadinya dualisme di fraksi di bawah naungan Partai Gerindra tersebut."Kemudian, sidang dibuka, dilanjut, dinyatakan tidak ada kesepakatan di masalah Gerindra (Fraksi Indonesia Raya). Tatib (tata tertib) tentang AKD, paripurna yang memutuskan artinya ketika sudah qourum, jalan terus, tidak bisa berhenti, Ketika Gerindra meminta waktu lagi, hemat kita, ketua itu tanyakan kepada floor (forum rapat). Kalau tidak terjadi musyawarah mufakat, bisa voting. Siapa yang setuju sidang ini dilanjutkan atau siapa yang setuju diskors," katanya didampingi Wakil Ketua DPRD, Timbul Lingga dan 17 anggota dewan lainnya.Namun, yang ia sayangkan, Eliakim Simanjuntak dianggap arogan karena mengetuk palu untuk menskors sidang tanpa ada berembuk dengan kedua Wakil Ketua DPRD. Padahal, kata Mangatas, mereka bertiga selaku pimpinan DPRD, sifatnya adalah kolektif kolegial. Untuk itu, ia bersama Timbul akan menemui Eliakim agar Eliakim mendelegasikan kepada salah satu dari Wakil Ketua DPRD itu untuk bisa memimpin lanjutan rapat paripurna penyusunan AKD tersebut."Kalau terjadi seperti tadi, kita tetap mengacu pada Tatib kita. Di pasal 41, kita berdua bisa mengusulkan rapat pimpinan untuk mananyakan siapa yang memimpin rapat paripurna besok atau lusa atau bagaimana tindak lanjut paripurna ini tapi lebih siapa yang memimpin sidang," tegasnya. Diingatnya, bahwa ia sudah berulang kali menasehati Eliakim agar tidak melakukan tindakan semena-mena di lembaga DPRD. Dimana, Eliakim sering mengeluarkan surat tanpa koordinasi dari dua pimpinan lainnya, namun hanya dari Eliakim sendiri yang mengeluarkan surat.(Mtc/htn/trb/net)