MATATELINGA, Tobasa: Orangtua Jhon Roni, Vera Marbun angkat bicara soal pemberitaan terkait tudingan pemecatan anaknya yang tersebar pada Rabu (3/5/2017) lalu. "Anak saya dibilang tidak pernah masuk kantor itu tidak benar. SPJ tahun 2016 saja sudah ditanda tangani anak saya. Mana mungkin anak saya tidak masuk"? ungkap Vera Marbun, kemarin. Terkait dengan selebaran yang beredar di Desa Parsambilan tersebut juga dibantah beliau. Beliau tidak pernah melakukan hal tersebut dan walau pun ada persoalan antara suaminya dengan kepala desa, beliau tidak pernah mencampuri urusan kantor dengan urusan pribadi. "Sebagai pekerja yang profesional saya tetap melaksanakan tugas dengan baik sebagai pelayan masyarakat termasuk melayani sekretaris Desa Parsambilan yang merupakan istri dari kepala Desa Parsambilan Holden Napitipulu," tegas Vera Marbun. Beliau berharap dalam masalah ini agar kedua kakak beradik tersebut bisa menahan diri dan menyelesaikannya secara kekeluargaan. Beliau tidak mau masalah ini berlanjut dan semakin membuat jarak yang tidak baik dalam keluarga. "Saya hanya berharap agar orang tua kami bisa melihat kami akur satu dengan yang lain. Terlebih orang tua kami sudah tua," harap Vera. Vera Marbun juga selalu meminta agar suaminya yang juga sebagai BPD di desa tersebut bisa menahan diri dan tidak melaporkan kepala desa ke pihak yang berwajib. Hal yang sama juga di ucapkan Camat Silaen. "Harapan saya juga agar kedua belah pihak duduk bersama dan mau berdamai" ungkapnya. "Ho do ibana, ibana do ho. Mardenggan ma hamu unang songonon" (kamu adalah dia dan dia adalah kamu. Berdamai lah kalian jangan seperti ini) ungkap Camat Silaen Rajiun Tampubolon. Mtc/Pintor.