MATATELINGA, Simalungun: Semangat baru tidak hentinya dikumandangkan Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM dalam setiap langkah dan perbuatannya. Kali ini, ia mengajak para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun untuk saling membantu sesama.Ajakan tersebut pun langsung direspon positif para pegawai. Secara spontan para pegawai langsung menyumbangkan pakaian bekas dan sebagian besar memberikan bantuan berupa uang untuk korban bencana alam banjir bandang di Kota Cane Lawe Sigala-gala, Provinsi Aceh Tenggara.Kegiatan spontanitas yang dilakukan oleh para pegawai Pemkab Simalungun yang peduli dengan sesame mendapat apresiasi yang tinggi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Drs Gidion Purba MSi. Sebab hal itu merupakan semangat baru para pegawai di Pemkab Simalungun yang dengan antusiasnya memberikan sebagian dari rezekinya kepada korban bencana banjir di Aceh Tenggara. "Dalam hitungan hari seribuan potong pakaian bekas langsung terkumpul. Selain itu ada juga yang memberikan bantuan berupa uang sehingga ditotal sudah mencapai Rp20 juta," ujar Gidion usai menyerahkan bantuan tersebut kepada posko bantuan korban bencana Aceh Tenggara yang ada di Jalan Gereja, Kota Pematangsiantar, Selasa (9/5/2017). Di posko bantuan bencana Aceh Tenggara bantuan itu diterima oleh Koordinator Posko Timbul Panjaitan bersama Sekretaris Posko Ahmad Mangantar, Bandahara Lamria Sinurat, serta para anggota posko, antara lain, Trituan Panjaitan, Petro Hutabarat, Gusti, Reza Sirait, Rinda Malau, Nova Kristalia Panjaitan, H Mariaman Naibaho dan Maswan Daulay. Menurut Sekda, pengumpulan pakaian bekas tersebut merupakan ajakan Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM kepada para pegawai tanpa ada unsur paksaan.Koordinator Posko, Timbul Panjaitan, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Simalungun yang tergerak hatinya memberikan bantuan kepada korban bencana meski bukan berada di Kabupatem Simalungun. "Saya sangat bangga kepada Bupati Simalungun JR Saragih yang selalu mengumandangkan semangat baru kepada semua orang tanpa membedakan suku, agamas dan ras," ungkapnya. (Mtc/amr/rel)