MATATELINGA, Medan: Puluhan pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah Sumut menggelar aksi demo di depan kantor PDAM Tirtanadi Medan Jalan SM Raja, Rabu (10/5/2017). Mereka menuntut agar direksi menunda kenaikan tarif air yang rencananya pada Mei ini. "Naiknya tarif air sangat membebani masyarakat mengingat perusahan ini milik pemda yang seharusnya menjadi salah satu penopang keuangan daerah malah tidak ada kontribusinya sama sekali dengan masyarakat," kata Khairul Hadi, koordinator aksi. Para pengunjuk rasa juga menilai direksi PDAM telah melakukan pelanggaran hukum dan mal administrasi dalam menerbitkan Surat Keterangan (SK) direksi tentang penyesuaian tarif yaitu mengabaikan perintah untuk menjaring aspirasi pelanggan dan melaksanakan rapat konsultasi dengan DPRD Sumut sebelum menertibkan SK terkait penyesuaian tarif air minum."Hal ini tentunya PDAM telah mengkebiri perintah Perda dan Permendagri. PDAM bukan perusahaan milik Pemprovsu yang hanya mencari keuntungan semata," jelas Khairul. Sementara dalam aksinya tersebut para pengunjuk rasa meminta agar Gubsu dan Dirut PDAM mangkaji ulang dan membatalkan kebijakan kenaikan tarif dasar air minum, meminta aparat mengusut tuntas dugaan korupsi yang dilakukan oleh pejabat di PDAM terkait pengerjaan Instalasi Pengolahan Air (IPA)."Kami meminta kepada Gubsu mengevaluasi kinerja direksi PDAM karena sudah dinilai gagal menjalankan tugas dan tanggungjawabnya," pungkas Khairul.(Mtc/tim)