MATATELINGA, Medan: Kamal, korban pembunuhan di gudang komplek CBD Polonia dikenal merupakan sosok rajin ibadah. Selain itu pemurah dan sering memberi sedekah. Tak ayal, temuan tewasnya Kamal membuat rekan kerjanya bersedih. Bahkan seorang penyapu komplek sempat mengurai kebaikan warga Sei Mati, Belawan ini. "Bapak itu pemurah dan baik hati. Dia juga sering ngasi mium kami," ujar Minah, salah seorang pekerja penyapu komplek kepada wartawan, Jumat (12/5/2017) pagi. Bahkan, kata wanita paruh baya ini, Kamal kerap bersedekah. "Bapak itu memang rajin ibadah. Makanya kami sangat terkejut mendengar bapak itu tewas di gudangnya," imbuh Minah. Temuan tewasnya Kamal, pria 53 tahun bermula dari sang mandor, Samsul. Pagi itu Samsul ingin mengambil alat pekerjaan di gudang yang digaja Kamal. Dia pun menyuruh Parman. Hanya saja, saat digedor-gedor pintu kamar gudang yang didiami korban tak terbuka. Bahkan tak ada sahutan dari dalam kamar. Hal itu membuat Samsul curiga dan menyuruh Parman mendobrak pintu kamar gudang. Nah, pas pintu terbuka, barulah terlihat kalau Kamal telah meninggal dunia di atas sajadah. Dugaan mencuat Kamal dihabisi perampok saat menjalankan sholat Shubuh. Innalillahi!!!(Mtc/tim)