MATATELINGA, Medan: Kantor Kelurahan Lestari Kecamatan Kisaran Timur digeruduk warga kurang mampu. Pasalnya, kelurahan yang dipimpin Emerentina Sihaloho ini dituding warga tidak netral dalam pembagian beras raskin, Sabtu (13/5/2017) sekira pukul 11.20 WIB.Rosmauli Boru Sitorus ,48, warga jalan Belibis Lingkungan XI ini kepada awak media mengaku kesal dikarenakan dirinya tidak mendapat jatah raskin seperti biasanya, selama ini saya mendapatkan jatah raskin dari pemerintah, namun kali ini saya tidak mendapatkan, ujarnya.Rosmauli juga mengatakan sementara orang yang lebih berada dari saya malah mendapatkan jatah raskin tersebut.Hal ini yang mrmbuat saya protes ke kelurahan ini, mau makan apa keluarga saya ini pak.Secara terpisah Br.Panjaitan ,55, warga setempat juga mengeluhkan dalam periode ini dirinya tidak lagi mendapatkan jatah raskin dari pemerintah, saya datang kekelurahan sesampainya disana nama saya sudah tidak ada lagi dalam daftar penerimaan jatah raskin, padahal bulan yang lalu saya mendapatkan jatah beras itu.Saya juga sudah mempertanyakan kepada petugas dikelurahan kenapa saya tidak lagi mendapatkan jatah raskin tersebut, saya hanya mendapat jawaban bahwa nama saya sudah tidak ada terdaftar lagi, ungkapnya.Lurah Lestari, Emerentina Sihalohi saat ditemui mengaku tidak bisa berbuat banyak dikarenakan soal pendistribusian siapa yang berhak mendapat dan tidak mendapat itu sepenuhnya kewenangan Badan Pusat Statistik, kami hanya menyalurkan sesuai data yang saya terima dari BPS.Diakuinya raskin yang dibagikan ke warga yang berhak menerima dengan ketentuan uang pengganti sebesar Rp.1.800,- per kilogramnya, dan untuk setiap kepala keluarga (kk) mendapat jatah raskin sebanyak 15 kilogram.Dikelurahan ini ada terdaftar penerima jatah raskin sebanyak 173 KK, akibat data yang diberikan BPS ini kami yang dikelurahan diserang oleh warga yang tidak menerima jatah raskin, memang sebaiknya pihak kelurahan lah yang menentukan siapa siapa yang berhak menerima, bukan BPS, tukasnya. (Mtc/Ben)