MATATELINGA, Asahan: Aroma tidak sedap yang senantiasa dihirup oleh ratusan anak murid SD Negeri 010027 Simpang empat kecamatan Simpang Empat Asahan, aroma tidak sedap tersebut berasal dari tunpukan buangan sampah yang berada didekat sekolah tersebut.Sekertaris Dinas Pendidikan Asahan Herlis,SPd saat dikonfirmasi Matatelinga.com, Senin (15/05/2017) mengatakan sudah lama bau sampah tersebut mengganggu kenyaman anak murid yang sedang belajar disekolah SD Negeri 010027 Simpang empat, kami di Dinas Pendidikan juga sudah melaporkan hal tersebut ke pihak kecamatan namun hingga kini belum ada realisasinya.Secara terpisah Kabid Pembinaan sekolah dasar P.Sitorus, SPd juga mengatakan kami tidak mempunyai kewenangan untuk melarang warga masyarakat disekitar sekolah tersebut membuang sampah didekat sekolah tersebut, meskipun dampak polusi dari sampah tersebut sangat mebgganggu tugas ajar mengajar disekolah tersebut.Kami juga sudah mengirimkan surat pemberitahuan terkait persoalan tersebut kepada pihak Kecamatan maupun laporan kepada Kepala Dinas Pendidikan, namun juga masih tetap belum ada tanda tanda untuk memindahkan lokasi pembuangan sanpah tersebut.Hari ini ujian sekolah dilaksanakan, terpaksa pihak sekolah menyediakan masker untuk anak murid yang sedang mengikuti ujian sekolah tersebut.Sama halnya dengan ungkapan kepala sekolah SD Negeri 010027 Simpang Empat Syafruddin,SPd saat dikonfirmasi melalui selularnya mengatakan sudah bertahun tahun guru kelas disekolah ini menghirup bau limbah sampah basah dari pajak yang berada didepan sekolah ini, dan sudah empat orang guru kelas ini yang terserang penyakit baik itu gangguan pernafasan (ispa) maupun sinositis, bahkan ada juga guru kelas kami hingga dirawat di rumah sakit akibat setiap harinya menghirup udara tidak baik.Saya juga sudah tiga kali menyurati pihak kecamatan, namun ya begitu saja tidak ada tindakan seperti yang kami harapkan, terlebih lagi saat ini anak murid sebanyak 45 orang sedang menyelesaikan UAS (Ujian Akhir Sekolah) , kami pihak sekolah dan dibantu oleh kepala desa menyiapkan masker agar anak murid yang sedang melaksanakan UAS tidak terganggu konsentrasinya dalam mengerkan doal ujian akibat bau tifak sedap tersebut.Kami sangat mengharapkan perhatian dinas terkait untuk mengatasi persoalan ini, dan pasar tradisionil tersebut milik Mak warga Kodya Tanjung Balai.Limbah basah yang berasal dari pasar tersebut diantaranya limbah ayam potong, limbah sisa ikan dan macam macam limbah yang mengeluarkan bau busuk, tukasnya.(Mtc/Ben)