MATATELINGA, Medan: Panghuni komplek Abdul Hamid di Jalan Medan-Binjai, Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang menolak rumah mereka dikosongkan oleh prajurit TNI Kodam I/BB. Bahkan salah seorang penghuni bermarga Siregar bilang pengosongan itu mirip cara-cara yang dilakukan PKI alias Partai Komunis Indonesia. Seperti diketahui, Selasa (16/5/2017) pagi, 500 prajurit TNI merangsek ke komplek eks tentara itu. Ketika melakukan pengosongan, seorang wanita paruh baya salah satu penghuni rumah sempat histeris, begitu pasukan TNI mengeluarkan seluruh isi rumahnya.Bahkan sang anaknya melakukan perlawanan kepada petugas. "Aku mau jumpa jendral, mana jendral-nya kenapa gak ikut dia kemari," sergah ABG tersebut di hadapan prajurit TNI. Namun hal itu tak berlangsung lama karena petugas langsung menenangkan pria tersebut dan petugas pun tetap mengeluarkan seluruh isi rumah tersebut.Salah seorang warga bermarga Siregar ketika diwawancarai wartawan Matatelinga.com mengatakan, Panglima harus turun melihat mereka. "Jangan maen usir-usir kayak tikus, karena tentara inikan pengawal undang-undang dan lebih tau tentang undang-undang. Jangan cara-cara PKI yang digunakan. Karena ini pas kayak cara PKI yang diberantas ayah kami dulu," sesalnya. Sementara itu Aslog DAM I/BB Kolonel Anggoro Nur Setiawan mengatakan, penertiban di asrama Abdul Hamid telah direncanakan. (Mtc/heri)