MATATELINGA, Batubara: Miris, sudah 71 tahun Indonesia Merdeka,air,tanah dan kandungan isi di bumi di pergunakan seluas-luas nya demi kesejahteraan rakyat sebagai mana bunyi yang tertuang dalam UUD 45.namun di Kab.Batubara khusus nya Kec. Tg Tiram beda, pasal nya hak rakyat terkait air bersih di rampas dengan gaya penjajahan VOC model baru. Keadaan ini bukan barang baru dan sudah berlangsung lama, Pemerintah yang kata nya Abdi Negara terkesan tutup mata,terlihat nyata dengan terabainya hak masyarakat yang membutuhkan perlindungan, pengayoman dan pelayanan dalam hal ini penggunaan air bersih,sebab kebutuhan yang sangat vital terkait penggunaan air bersih susah di dapatkan oleh masyarakat Batubara khusus nya warga masyarakat Tj. Tiram. Berbagai ungkapan kekecewaan masyarakat,salah satu Warga Fandi (17/5/2017) terkait pemanfaatan air bersih yang di salurkan melalui PDAM Tirta Tanjung menuai kecaman," Sudah capek kita sebagai masyarakat menghadapi masalah air bersih ini di Tj Tiram ,perusahaan PDAM hanya mementingkan keuntungan tanpa melihat kebutuhan distribusi air bersih yang di butuhkan masyarakat pelanggan, sedangkan biaya tarif Bil air yang di bayar warga rata-rata 40 ribu hingga 50 ribu sedari dulu,namun heran nya PDAM Tirta Tanjung tidak menggunakan kaidah ukuran pemakaian kubikasi Meteran air.bagaimana cara mereka menghitung bil air tanpa pemakaian alat meteran air bersih ". Ungkap Fandi warga Tj Tiram yang tidak mendapat kan air bersih semenjak dua hari lalu. Sementara,petugas yang ingin di temui di kantor PDAM Tirta Tanjung tidak dapat di temui, hanya spanduk yang tertampang di depan pintu kantor PDAM yang tertutup dengan tulisan "mohon maaf kepada pelanggan,saat ini PDAM tidak dapat beroperasi sehingga Direktur PDAM di ganti baru". Informasi yang di himpun wartawan persoalan kendala pendistribusian air bersih di ketahui mulai dari jadwal penyaluran air/pendistribusian air tumpang tindih,pendistribusian air kepada warga tidak maksimal,pembayaran tarif bil air yang tidak sesuai dengan pemakaian air, pembayaran honor petugas yang selalu macet,dan pemeliharaan alat sarana pra sarana air yang selalu rusak tidak tergantikan. Di saat yang sama, beberapa warga Tj Tiram yang lagi kumpul sedang hangat membicarakan prihal air bersih yang tak kunjung jalan (distribusi) kepada warga pelanggan " Bagaimana jika pergantian Direktur PDAM tak kunjung terealisasi, apakah warga mesti menunggu sampai pergantian Direktur PDAM yang baru dan pendistribusian air bersih baru di dapatkan warga,ini udah gak betul ni ".ungkap dari salah seorang warga Dalam hal ini, warga masyarakat Meminta kepada Pemkab.Batubara dan DPRD Batubara agar segera menyikapi persoalan pendistribusian air bersih di Tj Tiram, sebab hal ini sangat mengecewakan warga pelanggan air bersih dan terkait persoalan di PDAM Tirta Tanjung itu sendiri.(Mtc/Khas)