MATATELINGA, Batubara: Mengingat peredaran narkoba saat ini sudah menyusup sampai kepelosok desa. Mau tidak mau kita harus bangkit bersama sama masyarakat dan generasi muda untuk menghempang barang haram itu melalui dilingkungan kita sendiri. "Katakan tIdak pada narkoba mari kita selamatkan anak bangsa dari pengaruh narkoba," kata Ketua Gerakan Sikat Narkoba (GSN) Batubara Hermansyah Putra Hasibuan saat sosialisasi narkoba di Kantor Balai Desa Empat Negri, Kecamatan Lima Puluh, Batubara Rabu, (17/5/2017). Katanya, pencegahan terhadap pengguna narkoba tidak bisa dilakukan 1 atau 2 instansi saja, melainkan harus melibatkan semua elemen masyarakat, seperti TNI, Polri, Kejaksaan, peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan peran keluarga sangat dibutuhkan. "Penjara bukan berarti membuat pengguna narkoba sadar sepenuhnya, tetapi korban penyalagunaan narkoba lebih baik direhabilitasi," sebut Hermansyah. Dia juga mengatakan, narkotika dan obat obatan terlarang saat ini menunjukan trend yang semangkin meningkat di Indonesia. Rehabilitasi korban penyalagunaan dan pecandunya merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan para pengguna dari ketergantungan narkoba. Untuk itu, ada beberapa tahapan rehabilitasi narkoba yang perlu dilakukan . Sesuai data yang diperoleh dari survey badan narkotika nasional (BNN) dan pusat penelitian kesehatan UI, angka prevalensi pengguna narkoba sekitar 1, 9% dari seluruh penduduk Indonesia, dengan kisaran usia 10 sampai 60 tahun. "Bahkan dalam tiga tahun, angka prevalensi meningkat menjadi 2,2%. Berarti sekitar 4 juta penduduk Indobesia tercatat sebagai pengguna narkoba, berarti setiap harinya 50 orang meninggal dunia karena penyalagunaan narkoba,"ujarnya. Amatan wartawan acara turut dihadiri perwakilan Bimas polsek Lima Puluh, Polres Batubara Indra Jaya bersama jajarannya. Kades Empat Negeri Suminah dan jajarannya, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lain. " Kita dari pemerintahan desa berharap pada warga untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga bisa di implementasikan dalam kehidupan sehari hari," tutur Suminah.(Mtc/Khas)