MATATELINGA, Sibolga: Ucapan Walikota Sibolga Drs H.M Syarfi Hutauruk yang menyampaikan aksi 1000 lilin yang dilaksanakan di Kota Sibolga berlebihan, membuat aliansi pemuda peduli NKRI poros Sibolga yang dikordinatori Thomson Rivay Anwar Pasaribu tidak mencerminkan seorang pemimpin. Pasalnya ucapan tersebut akan membuat perpecahan di masyarakat kota Sibolga."Seharusnya walikota Sibolga berfikir jernih menanggapi aksi 1000 lilin , bukan malah memberikan tanggapan negative terhadap aksi yang bersifat moral tersebut, karena dalam aksi tersebut kami mendukung kesatuan NKRI dan Kokohnya Pancasila," ungkap Thomson, kemarin.Aliansi Pemuda Peduli NKRI Poros Sibolga yang merupakan gabungan elemen masyarakat yakni Bara JP, Altra, Ikatan Sarjana Khatolik (ISKA) dan Pemuda gereja lainnya, sangat menyayangkan pernyataan walikota Sibolga."Seharusnya sebagai pimpinan dan pengayom tidak pantas mengucapkannya, malah ucapan tersebut mengandung unsur provokatif, seakan memberi sinyal akan adanya benturan besar antar kelompok warga masyarakat kota Sibolga, mestinya pernyataan walikota Sibolga harus sejuk dan menguatkan keeratan sosial bukan mengundang perpecahan," tegasnya.Thomson yang juga kordinator ALTRA tersebut juga menyayangkan pernyataan "Jika ingin Ahok dibebaskan lobi saja hakim", menurutnya seakan menghina profesi hakim dan dengan ucapan tersebut hakim selama ini bisa di lobi atau dipengaruhi oleh pihak-pihak di luar persidangan.Oleh karenanya mereka meminta agar walikota harus berdiri diatas semua golongan, agar masyarakat di negeri berbilang kaum tetap bersatu dan harmonis. (Mtc/romp)