MATATELINGA, Medan: Suasana warung tuak di Jalan Seiberas Sekata tepatnya di dekat Pantai Bokek Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal Deliserdang, mendadak geger. Pasalnya, anggota TNI AD bernama Praka Fauzan Soulisa yang bertugas sebagai Provost Baterai R Tanjung Selamat Yon Arhanud 11/BS l diduga menembak seorang masyarakat sipil bernama Heri Ganesa Perangin-angin ,37, warga Dusun I Jalan Perjuangan I Tanjung Selamat, Deli Serdang, Selasa (23/5) dini hari WIB. Menurut informasi yang didapat awak media dari abang kandung korban, Evridinta ,40, Praka Fauzan dan korban beserta masyarakat lainnya sedang nongkrong di warung tuak Jalan Seiberas Sekata dekat Pantai Bokek Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal Deli Serdang"Oknum Praka Fauzan dan korban sudah lama saling mengenal dan tidak ada permasalahan diantara mereka sebelumnya," kata Evridinta. Tidak berapa lama, Praka Fauzan tiba-tiba mengeluarkan senjata api (Senpi) jenis FN (Senjata Organik Kompi Arhanud Tanjung Selamat), awalnya untuk menakut-nakuti rekan tongkrongannya yang berada di sebelahnya. Tapi senpi tersebut tiba-tiba meledak dan mengenai Heri Ganesa Perangin-angin yang tepat berada di depan Praka Fauzan sehingga mengenai bagian perut bawah sebelah kiri dan tembus ke belakang.Melihat korban terkena tembakan, Praka Fauzan langsung memberikan pertolongan pertama dengan membawa korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bina Kasih di Jalan TB. Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal. Sesampainya di RSU Bina Kasih, pihak RSU Bina meminta jaminan untuk segera dilakukan Operasi tetapi oknum Praka Fauzan tidak membawa uang."Akhirnya adik saya di bawa ke RSU Adam Malik dan saat ini dia (Heri Ganesa Perangin-angin) berada di RSU Adam Malik guna menjalani perawatan medis," bebernya sembari mengatakan sekira pukul 07.51 WIB, Praka Fauzan dibawa ke Denpom 1/5 Medan guna dimintai keterangan.Terpisah, Kapendam I/BB Kolonel Inf Edy Hartono ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya merasa terkejut sambil mengatakan belum mendapat laporan tersebut. "Saya belum dapat laporan, nanti saya coba tanyakan sama Dantonnya mengenai informasi ini," ujar Kolonel Inf Edy Hartono di seberang telpon, Selasa (23/5) sore.(Mtc/tim)