MATATELINGA, Asahan: Murid SD Negeri 010027 bisa sedikit lega untuk menjalani aktivitas belajar mengajarnya. Pasalnya, pengelola pasar tradisional yang membuang sampah di sebelah sekolah tersebut perlahan mengangkut limbahnya. Adalah Lina, warga Kodya Tanjung Balai pemilik dan pengelola pasar tradisional yang berada di Kecamatan Simpang Empat Asahan. Setelah didesak oleh Muspika Kecamatan Simpang Empat, Rabu (24/5/2017), Lina melaksanakan pengorekan limbah sampah ayam potong yang telah menumpuk serta menyebarkan aroma tidak sedap.Keterangan Camat Simpang Empat drs.Armansyah kepada Matatelinga.com membenarkan hari pihak pengelola pasar tradisional telah melaksanakan pembersihan limbah sampah yang menjadi trendy di Simpang empat dalam dua minggu terachir ini.Pengorekan limbah sampah ayam potong yang dihasilkan pasar tradisional tersebut dilakukan secara manual, dikarenakan pengelola tidak dapat memasukan alat berat excavator tempat limbah sampah tersebut sehubungan tidak ada akses jalan masuk alat berat."Saya juga berharap pihak pengelola pasar tersebut dapat menyelesaikan pengorekan limbah sampah itu secepatnya, agar masyarakat sekitar tidak lagi resah oleh aroma limbah sampah yang membusuk," ungkapnya.Secara terpisah, Lina ,41, mengaku sadar dan salah atas perbuatannya. Akibat tumpukan limbah sampah ini masyarakat serta anak sekolah menjadi terganggu. "Namun demikian hendaknya kesalahan itu tidak semuanya dibebankan kepada saya selaku pengelola pasar ini," katanya.(Mtc/ben)