MATATELINGA, Asahan: Warga masyarakat dusun II dan III desa Sei Bluru kecamatan Meranti Asahan sudah mulai gerah dengan hilir mudiknya dump truck colt diesel pengangkut hasil tambang galian C yang berada didusun X, akibatnya selain jalan hot mix yang dibangun pemerintah Asahan dengan menggunakan dana anggaran APBD TA.2015 kini telah hancur.Keterangan Suyono ,34, warga dusun II desa Sei Bluru kecamatan Meranti saat ditemui Matalinga.com, Kamis (25/5/2017) mengatakan kami warga masyarakat didua dusun ini sudah resah oleh lalu lalangnya dump truck pengangkut tanah dari tambang galian C milik M.Yusuf Manulang warga dusun I desa Sei bluru, penambangan tanah galian C tersebut terletak didusun X desa Sei Bluru kecamatan Meranti Asahan, ujarnya.Suyono juga mengatakan tambang galuan C tersebut juga pernah dihentikan oleh pihak kepolisian dari Kisaran selama sehari , namun setelah itu berjalan lagi dan kabarnya penambangan tanah yang diexploitasi tersebut tidak memiliki perijinan sebagai mana mestinya.M.Yusuf Manulang selaku pemilik tambang galian C tersebut dalam menjalankan usaha tersebut ditengarai dibecking oleh Camat Meranti S.Manulang dan Kadus setempat, hal itu terbukti meskipun dilarang operasionalnya oleh pihak aparat kepolisian nyatanya tetap jalan hingga hari ini. Akibatnya banyaknya dump truck pengankut tanah timbun tersebut jalan hot mix didusun II dan III desa Sei Bluru kecamatan Meranti yang dibangun oleh Pemkab.Asahan tahun 2015 saat ini kondisinya rusak parah dan oleh pengusaha tambang galian C tersebut, jalan itu sudah ditimbuni tanah, sehingga bila turun hujan tidak dapat dilalui warga masyarakat, terlebih akses jalan tersebut sering digunakan warga selain untuk akses transportasi perekonomian juga jalan menuju ke masjid didusun tersebut.Dikawatirkan bila terus berlanjut warga masyarakat tidak dapat menjalankan ibadah sholat tarawih dalam bulan puasa ini bila hujan dikarenakan becek dsn berlumpur serta licin, selain itu leneng atau saluran irigasi persawahan serta turap yang berada dipinggir jalan tersebut sudah banyak yang jebol akibat dari lalu lalangnya dump truck bermuatan tanah timbun tersebut.Suyono dan Diah warga setempat juga berharap pihak pemerintahan di kabupaten Asahan segera nenghentikan aktifitas gslian C tanpa ijin tersebut, kami warga masyarakat juga pernah melakukan aksi demo dengan menanami pohon pisang di badan jalan hot mix yang telah ditimbun tanah merah tersebut, namun dicabut lagi oleh kadusnya. warga sudah kesal dengan aparat pemerintahan di kecamatan Meranti ini, mereka mementingkan kepentingan golongan tertentu dari pada kepentingan umum, pengorekan tanah perbukitan itu menggunakan dua unit alat berat excavator (beko) dan puluhan dump truck untuk angkut tanah , ungkapnya.Secara terpisah Camat Meranti Sofyan Manulang saat dikonfirmasi melalui selularnya membenarkan adanya penambangan ditanah perbukitan yang berada di dusun X desa Sei bluru kecamatan Meranti, dan menurut Camat Meranti Sofyan Manulang penambangan tanah diperbukitan tersebut dilakukan untuk mengalih fungsikan lahan tersebut menjadi lahan persawahan.Namun saat ditanya terkait perijinan Sofyan Manulang mengatakan seharusnya kita membantu pemilik lahan perbukitan tersebut, bukan merusuhinya dan melarang aktifitas itu, perbukitan itu mau diratakan dan nantinya akan dijadikan lahan persawahan.Dan lagi beberapa warga masyarakat juga sudah ada yang sepakat dengan itu, kalau jalan yang rusak itu nanti oleh pengusaha tambang tanah tersebut akan dicoor pakai semen, tukasnya menutup selularnya(Mtc/Ben)