Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Mantan Ketua STIE Al-Washliyah Diduga Gunakan Ijazah Palsu

Mantan Ketua STIE Al-Washliyah Diduga Gunakan Ijazah Palsu

- Kamis, 25 Mei 2017 13:13 WIB
google
ilustrasi
MATATELINGA, Tapteng: Oknum mantan Ketua STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Al-Washliyah Sibolga-Tapteng Drs H.Kh Sm SE MA diduga kuat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi palsu tanpa melalui mekanisme  proses perkuliahan secara normal yang biasa diikuti lazimnya oleh mahasiswa  secara resmi. Namun, menurut pernyataan sejumlah mantan Ketua yang sekaligus Dosen lama dan Pengajar yang telah dituangkan dalam pernyataan diatas meterai, di kampus yang terletak di jalan P. Sidempuan km 5 Kelurahan Sarudik Tapteng itu menyatakan, bahwa oknum yang sempat menjabat Ketua selama tiga periode di kampus tersebut tak pernah kuliah. Untuk itu, mereka memninta  kepada aparat hukum dan Kopertis Wil I serta instansi terkait lainnya agar menindak tegas oknum tersebut.Menurut Segaryono, mantan Ketua periode 1987 hingga 1992 menyatakan dengan tegas bahwa oknum Kh Sm tak pernah mengikuti proses perkuliahan di STIE Al-Washliyah Sibolga- Tapteng."Saya dengan tegas menyatakan bahwa oknum Kh Sm tak pernah menjadi mahasiswa saya. Walaupun saya dengar informasinya beliau mempunyai ijazah yang ditanda tangani Ketua ketika itu alm. Ismail Lbn Tobing dan juga diketahui Koordinator Kopertis Wil. I yang waktu itu dijabat  Prof Usman Pelly, namun sepengetahuan saya Kh Sm tak pernah menjadi mahasiswa di STIE Al-Washliyah," tegas Segaryono yang saat ini berdomisili di Medan dan mengatakan ketika itu, kampus STIE masih berada di jalan Diponegoro Sibolga, kamis (24/5).Senada dengan itu mantan Ketua STIE lainnya Aguslan Simanjuntak SE menyatakan hal yang sama. "Oknum Kh Sm pernah meminta saya untuk menandatangani berkas proses perkuliahannya di STIE. Namun, karena hal ini jelas menodai akademisi yang pernah saya pimpin dengan tegas menolaknya. Dan sepengetahuan saya, beliau tak pernah mengikuti proses perkuliahan di kampus yang pernah yang saya pimpin. Makanya ketika saya mengetahui oknum Kh Sm yang ketika itu sebagai staf administrasi dan juga pernah sebagai Pembantu Ketua II telah memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, saya kaget. Perbuatannya ini telah jelas  mencoreng dan melakukan penipuan terhadap kebenaran yang selalu diajarkan di kampus dan institusi pendidikan lainnya yang tetap ingin selalu mencari kebenaran yang hakiki," ucap Aguslan Simanjuntak yang menjabat Ketua sejak periode 1993-1995.Saat ini sejumlah mantan Dosen di PTS tersebut sedang melakukan pembahasan dan merencanakan akan mengadukan oknum Drs Kh Sm ke aparat hukum serta instansi terkait  lainnya termasuk Kopertis Wil I dan Dirjen Dikti. Selain itu mereka meminta ketegasan agar segera memberhentikan oknum tersebut, sehingga tak membuat eksistensi kampus STIE Al-Washliyah Sibolga-Tapteng menjadi buruk di tengah masyarakat dan sejumlah PTS khususnya di Kopertis Wil. I dan di Indonesia umumnya. Selain kedua mantan Ketua PTS yang telah membuat pernyataan diatas meterai yang menyatakan bahwa oknum Kh Sm tak pernah kuliah, sejumlah para mantan Dosen yang lama dan yang saat ini masih aktif mengajar saat ini diantaranya Drs. H. Agus Salim Harahap MM, Poltak Tarihoran SE, H Yacub Hutabarat SE MM, H. Anwar Gani SE MM, dan sejumlah Dosen lainnya."Kita sedang membahas tindak lanjut pernyataan ini dan sebagian temuan ini akan kita laporkan secara resmi ke Kopertis, Dirjen Dikti, PB Al-Washliyah dan instansi terkait lainnya," ucap Drs H Agus Salim Harahap dan sejumlah Dosen lainnya.Ketua STIE Al-Washliyah Sibolga-Tapteng Drs H Zuberudin Siregar MA yang dikonfirmasi mengakui telah memperoleh informasi tentang ketidak absahan proses perkuliahan oknum Kh Sm yang saat ini masih ikut sebagai fungsionaris di PTS tersebut."Ketika saya memperoleh informasi dan permasalahan tentang oknum Kh Sm, memang telah saya panggil untuk klarifikasi. Beliau hanya bisa menunjukkan foto saat beliau mengikuti Sidang Meja Hijaunya. Namun siapa yang mengujinya ketika itu, saya tak mengenalnya," kata Zuberudin Siregar.Ketika ditanya tentang data dan proses serta mekanisme lain seperti apa judul Skripsi, siapa Dosen Pembimbing, kapan wisuda dan kelengkapan proses perkuliahan lainnya, Zuberudin yang sebelumnya bertugas di UMN Medan ini tak mampu memberikan keterangan."Untuk sementara baru itu saja yang dapat saya informasinya. Tentang proses perkuliahannya saya memang tak seluruhnya mengetahuinya," ujar Z. Siregar, Ketua yang baru menjabat dan mengaku telah lama sebagai Dosen Kopertis itu.Sayangnya, oknum Drs H.Kh Sm yang akan dikonfirmasi  secara langsung dan saat itu berada di kampus tak bersedia menerima sejumlah wartawan. "Pak Sm tadi telah keluar dari kampus ini. Kami tak tahu kemana dia," ucap beberapa staf di kampus tersebut. Padahal, beberapa staf lain mengatakan bahwa oknum tersebut masih berada di ruangan Wakil Ketua I yang tertutup dan mempunyai kaca agak gelap itu. Sebelum mewawancarai Ketua, oknum tersebut masih sempat bertemu dan papasan dengan wartawan. Ketika itu oknum Kh Sm berada di ruang ajudan Ketua dan segera mengelak dari beberapa wartawan. Berulang kali beberapa wartawan mencoba menghubungi oknum yang juga sebelumnya bertugas sebagai Pejabat di Kemenag Sibolga itu belum berhasil dikonfirmasi. "Pak Sm sedang berada di luar kota," ucap beberapa staf di kampus tersebut.(Mtc/Romy)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Amos Simanjuntak Nilai Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng Tak Tepat di Tengah Bencana, Kepentingan Masyarakat Perlu Diutamakan

Berita Sumut

Dorong Pemerataan Ekonomi, Wali Kota Medan Jadikan CFD Belawan Pusat Promosi UMKM*

Berita Sumut

Jangan Lewatkan Pertandingan Arsenal vs Manchester City di Community Shield

Berita Sumut

Polsek Marbau Grebek Sarang Narkoba di Dusun III Desa Blungkut

Berita Sumut

Mata Air Sosial Hamsir Siregar RCM: Mengalir dari Ketulusan, Bermuara pada Persaudaraan

Berita Sumut

DPRD Tapteng Tolak Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tapteng 2025: Ini Alasannya