MATATELINGA, Tapteng: Selama 4 tahun menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sorkam Barat, Masdiana Lumban Gaol menyatakan siswanya telah banyak mengukir prestasi. Termasuk bidang akademik. Salah seorang siswa mereka berhasil menjadi anak didik BUMN atas nama Alfontura Siregar. Tiga tahun lalu, Masdiana juga bercerita, kalau sekolah mereka meluluskan cukup banyak siswa-siswi ke perguruan Tinggi Negeri."Memang sudah cukup banyak prestasi yang kita peroleh, baik dari segi akademik maupun non akademik, saya sudah 4 tahun menjadi kepsek disini, selama ini sudah saya berikan yang terbaik untuk sekolah ini. Saya melakukan pembinaan kepada siswa siswi kita, bantuan-bantuan saya optimalkan untuk pengembangan sekolah," katanya, Sabtu (27/5/2017) saat ditemui di sekolah.Masdiana menerangkan, selama menjabat, fasilitas komputer berhasil ditambah, dan saat ini sudah bisa dikategorikan sebagai sekolah yang favorit, di mana fasilitas sudah semakin lengkap, perpustakaan juga sudah ditata dengan baik. Akreditasi sekolah menjadi A dengan nilai 90."Masalah tahun ini, siswa-siswi kita tidak banyak diterima di Perguruan Tinggi Negeri, yah ini mungkin banyak siswa dari sekolah lain yang semakin pintar dan berpacu, tapi bukan berarti tidak ada yang masuk. Ada, tapi tidak banyak. Nah, masalah lulus keperguruan Tinggi Negeri ini, saya sebagai kepala sekolah mungkin akan lebih memotivasi guru dalam memberikan pendidikan kepada siswa, agar tahun depan, siswa-siswi kita banyak diterima di PTN," katanya.Disinggung mengenai surat kaleng yang mengatakan, kalau Kepsek membawa minuman bir saat rapat, Masdiana membantah keras. Karena minuman itu dibawa saat acara syukuran Tahun Baru, dan bukan dalam posisi rapat. "Itu pun di luar sekolah," katanya.Dia merasa heran dengan surat kaleng yang disampaikan oleh wartawan, katanya surat kaleng tersebut sama sekali mengada-ngada. "Saya sendiri sebagai Kepala Sekolah, tahun lalu berhasil menjadi juara kedua Kepala Sekolah berprestasi tingkat provinsi, siswa kita menjadi anak didik BUMN, itulah contoh kecilnya. Apakah itu bukan pretasi, saya heran. Dengan kegigihan saya membangun sekolah ini, masih ada saja yang mau merusak, saya memang tidak selalu memasukkan keberhasilan saya kemedia, karena saya tidak terlalu suka mengumbar keberhasilan yang sudah saya raih," tandasnya. (Mtc/romp)